Senin, 17 April 2017

Hijrah Ku, Hijrah Mu

Diposting oleh dessy setyo di 09.50 0 komentar
Saat itu pagi-pagi sebelum kelas aku diajak berbicara dengan salah temen ku namanya Icha.Dia cantik, baik, dia anak Sunda.Mungkin kalau awal orang melihat dia pasti orang akan berfikir kalau dia adalah orang terjutek, tapi jika saja mereka mau mendekati dia leih dalam lagi dia perempuan segalanya.

Awalnya yang kita obrolin biasa, masalah kuliah pastinya sampai akhirnya dia bertanya
"Desi, kamu kok bisa sampai sini?" katanya . Dan aku belum paham maksud pertanyaan dia tadi itu apa?
"Maksudnya Ca?'kataku berbalik tanya
"Iya, kamu kok bisa memakai pakaian dan kerudung seperti ini? Udah berapa lama emangnya?" jelasnya
"Aku udah dua tahun Ca pakai kerudung, tapi kalau sampai kayak gini baru setahun aku merubah dirinya" kataku dengan senyum lebar
"Bisanya? Gimana caranya?" tanyanya lagi
"Emmm, gimana ya? Awalnya sih gara-gara aku sering kumpul sama temen sekolahku yang memakai kerudung panjang.Gak tau kenapa rasanya aku juga pingin kayak gitu.Tuntutan hati kalik ya?" akupun menjelaskannya
"Aku pingin kayak gini, tapi aku belum siap.Soalnya aku masih biasa dengan keseharianku yang sekarang.Mamaku sih udah nyuruh, cuma aku jawab "iya mah"" katanya
"Sebenernya masalah kerudung itu masalah kemantapan hati.Bukan karena suruhan atau paksaan dari orang lain.Bersyukurlah ketika Mama mu membuka kan pintu lebar buat kamu hijrah, beda sama aku"
"Emang kamu gimana Des? Susah ya? Ribet ya?"
"Susah sih enggak Ca, tapi memang ada salah satu keluargaku yang masih melarangku memakai kerudung, tapi aku tidak dengerin, aku lebih nurutin hati.Meskipun sebenernya semua itu gak sinkron"
"Oh iya? Tapi aku masih malu mau pakek.Aku pingin pakek, tapi ada beberapa temenku yang bilang gak pantes" tanya Icha
"Ya itu sih tergantung orang nya emang gimana tanggapannya pas temennya ngomong kek gitu.Aku dulu juga sama kamu, malah lebih parah dari kamu.Tapi aku masih mencoba"
"Ribet gak sih?"
"In Shaa Allah, asal kamu niat itu gak bakal kerasa ribet.Yang ada kamu bakal lebih adem meskipun kerudung yang kamu pakai berlapis-lapis"

Dan saat itu dia berfikir, semenjak itu pula aku nyaman buat ngobrol sama dia.Bagiku, setiap orang mempunyai cerita masing-masing tentang hijrahnya mereka.Mungkin saat ini orang akan berfikir "Nanti" namun dengan kekuasaan-Nya secepat mungkin dia akan memulai "Lillahhi Ta'ala" ~

Selasa, 04 April 2017

Bolehkah Aku Menyebutnya di Depan Dia ?

Diposting oleh dessy setyo di 11.01 0 komentar
Tuan,
Malam ini aku terbangun disepertiga malam ku
Batin yang selalu menahan dan perang melawan rindu

Tuan,
Dalam sepertiga malamku ku ingat namamu
Dalam sepertiga malamku ku sebut namamu diatas sajadahku
Bolehkah?

Tuan,
Lihatlah, kamu telah membuat Dia cemburu
Sampai akhirnya Dia mengingatkanku untuk lebih mendekati-Nya
Sampai akhirnya Dia menyapaku agar selalu bersama-Nya

Tuan,
Bukankah ini terlalu cepat?
Bukankah ini terlalu singkat?
Jika aku memintamu disepertiga malamku

Tuan,
Hati ini semakin bergelut dengan logika
Masih bolehkah aku menyebut namamu diatas sajadahku?
Sedangkan untuk melihatmu saja aku butuh nyali yang kuat
Bagaimana aku berani memintamu berada disisi jika menyapamu saja aku masih keluh?

Tuan,
Tenang saja aku tak akan mengganggumu
Karena mendoakanmu dalam diam saja itu sudah cukup

Teruntuk hati yang merindu
Bersabarlah, Allah tahu kapan kamu akan dipertemukan?
Dan kapan kamu akan dipisahkan?

Dia Yang Pencemburu

Diposting oleh dessy setyo di 10.50 0 komentar
Mereka bilang kehilangan itu sakit
Mereka bilang tak memiliki itu sakit
Mereka bilang berpisah itu sakit
Dan mereka bilang kecewa itu juga sakit

Tapi apakah mereka tau kenapa semua terasa sakit?
Karena mereka terlalu sibuk mengejar cintanya, bukan cinta-Nya
Karena mereka terlalu sibuk mempercantik diri untuk makhluk-Nya
Karena mereka terlalu berharap pada makhluknya disaat waktu yang belum tepat

Ya Allah Ya Rabbi
Engkau yang Maha membolak-balikkan hati
Apakah ini namanya cemburu-Mu?
Apakah ini artinya Engkau ingin ku mendekati-Mu?

Ya Allah Ya Rabbi
Maafkan hamba-Mu ini yang lebih memilih berharap dengan makhluk-Mu
Sampai akhirnya hamba lupa akan kehadiran-Mu

Ya Allah Ya Rabbi
Istiqomahkan lah hati ini agar selalu menaruh hati pada-Mu
Agar selalu berharap kepada-Mu
Istiqomahkanlah hati ini agar selalu menaruh-Mu dalam sisiku

Apa Kabarmu (Hati) ?

Diposting oleh dessy setyo di 08.04 0 komentar
Assalammualaikum hati,
Apa kabarmu hari ini ? Masih kuatkah imanmu hari ini?
Masih baik-baik saja kah kamu hari ini?
Apakah masih perang batin untuk melawan rindu?

Hati,
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu rindukan?
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu dekati?
Dan masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu harapkan?
Iya, Rabb-mu lah yang harus kamu rindukan
Rabb-mu lah yang harus kamu dekati
Dan Rabb-mu lah yang harus kamu harapkan

Hati,
Bukan maksud raga ini untuk memaksamu berhenti melawan rindu
Berhenti melangkah mendekatinya
Berhenti terus mengharapkan dia

Hati,
Bukankah Dia (Rabb-mu) lebih baik dari dia?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang tak akan mengecewakan mu?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang selalu mendekatimu?

Hati,
Cukuplah kamu mengharapkan Dia (Rabb-mu)
Cukuplah kamu mendekati Dia (Rabb-mu)
Dan cukuplah kamu merindukan Dia (Rabb-mu)
Karena Dia (Rabb-mu) adalah Maha yang membolak-balikkan hati
Karena Dia (Rabb-mu) adalah tempat dari segala tempat

Hati,
Semoga kamu terjaga sampai akhirnya Dia (Rabb-mu) mendekatkan dia untukmu
Dia yang entah siapa itu?
Dia yang entah bagaimana rupanya itu?

Hati, bersabarlah
Karena bahagiamu saat ini sedang ditata oleh Dia (Rabb-mu)

Minggu, 16 Oktober 2016

Your Screet Admirer

Diposting oleh dessy setyo di 07.58 0 komentar
Meski kau takkan pernah tau
Ketulusan hatiku ini
Biar ku simpan dalam mimpi

Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu.Aku melihatmu tapi kamu sibuk dengan duniamu.Aku juga lupa bagaimana bisa aku mengagumimu?Bagiku mengagumimu terkadang gak butuh alasan yang jelas.Saat itu,kamu berjalan didepanku dengan tampang yang biasa tak ada yang istimewa.Dalam hatiku "cakep ya?" iya,cakep emang,mungkin itu awal aku mengagumimu.Lalu saat itu waktu berpihak denganku untuk bisa menyapamu meskipun itu hanya sekedar "mas" lalu kamu memberiku senyuman yang terlihat tulus dan akupun semakin mengagumimu.
Berjalannya waktu,kamu menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang.Banyak perempuan dan seketika nyaliku turun.Jangankan menegurmu dan menyapamu "mas" untuk melihat ke arahmu saja aku harus mencuri-curi agar aku bisa lebih lama melihatmu.Teman-temanku yang saat itu gemes dengan tingkahku,mereka memaksaku untuk menegurmu dan memulai dulu,tapi sekali lagi aku gak berani.
Dalam hati ingin sekali menyapamu dan berfoto denganmu,tapi apa daya semua itu hanya ekspektasi yang sulit untuk dijadikan nyata.Dan beruntungnya aku yang sampai saat ini masih menikmati peranku sebagai pengagum rahasiamu entah sampai kapan dan akan berhenti dimana?

Apalah arti seorang pengagum rahasia yang hanya bisa melihat dari jauh dan mendoakan dalam diam. sekali ketemu bisa bahagia,sekali ngobrol bisa seneng nya gak karuan ...

Selasa, 17 Mei 2016

Hijrah-ku

Diposting oleh dessy setyo di 11.24 1 komentar
Dulu aku memang enggan untuk melangkah mendekati-Mu.Membicarakan-Mu pun aku menolak.Tapi dengan kebesaran-Mu,Engkau merangkulku untuk mendekati-Mu

Untuk mu teman-temanku,
          Masih teringat jelas saat itu,saat kita sudah mulai untuk menata masa depan setelah lulus SMK.Semua masih berjalan normal,kita main,kita kumpul,kita sharing.Sempat ada yang tanya dari kalian "Mak,kamu habis ini mau lanjut kemana? Kuliah apa kerja?" Aku diam dan mikir,lalu aku menjawab "Belum tau" karna saat itu aku memang masih belum tau akan masa depan ku.Aku sering merasakan ke gagalan berkali-kali.Jatuh pu berkali-kali.
         Berapa hari kemudian...
         Tanpa ada angin,tanpa ada hujan aku memberi kabar yang bisa dibilang menyakiti hati mereka "Aku keterima kuliah di Bandung" suasana menjadi hening.Temen-temenku yang tadinya ketawa langsung diam ketika mendengar kabar itu.Ada yang bilang "Mak,kamu kok tega ya? Gak ada kabar mau lanjut kemana? Setiap di tanyain pasti jawabannya belum tau.Tiba-tiba pas kumpul kamu bilang "Aku keterima kuliah di Bandung" terus kita harus ngomong apa?".Dan saat itu pun aku juga melihat ke arah seorang laki-laki yang pernah menjadi apapun buat aku,menjadi orang yang paling aku sayang.Saat itu laki-laki itu berkata "Aku pulang,kamu pergi.Aku minta ketemu sampai sekarang kita belum ketemu.Sekali ketemu kamu bilang seperti itu,sakit hati ku Yank".Aku diam,aku hanya diam dan diam."Mendingan kita putus aja" lanjutnya.Dan mendengar pernyataan itu aku semakin terdiam dan menunduk. 
          Aku berangkat.Semuanya masih berjalan biasa.Satu tahun kemudian aku pulang.Aku kumpul lagi dengan mereka.Saat itu diantara mereka ada yang bingung lihat perubahanku.Lalu mereka bertanya "Mak,kamu kenapa?" lalu aku pun berbalik tanya "Emang aku kenapa?" dan mereka masih bingung.Mungkin diantara kalian masih ada yang belum bisa menerima keadaan ku. Aku memilih merantau keluar kota,tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu dengan kalian.Tiba tiba saja aku pamit setelah semua proses selesai.Lalu aku pulang menemui kalian dengan keadaan yang seperti ini.Datang dengan baju yg ribet,serba panjang,seperti emak emak,tak lagi modis,bahkan aku cenderung diam tak serame dulu.
         Saat kita kumpul,ada beberapa temanku yang bertanya "apa kamu gak risih di katain emak emak? Apa kamu gak risih memakai baju yang sebesar itu? Apa kamu gak risih memakai jilbab yang selebar itu?" Dan aku menjawab "jika mereka menganggap ku seperti emak emak,tidak apa.bagi ku itu adalah godaan.risih? Awal nya memang iya.tapi seiring berjalannya waktu,semua berlalu begitu saja" mereka pun cuma bisa terdiam dan memandang ku heran.Bahkan ada saat itu salah satu temen ku bertanya "Mbak,kamu gak ikut aliran sesat kan?" aku hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan itu.

          Sebenarnya tak ada yg terjadi apa apa dengan ku.Tak ada yang merubah ku menjadi orang lain,menjadi orang yang tak kalian kenal seperti dulu.Jangan lihat lebar nya kain yang menutupi kepalaku.Jangan lihat pakaian yang memanjang yang sedang aku pakai.Jangan lihat sikap ku yang tiba tiba pendiam.Karna sesungguhnya apa yang aku jalani tak semudah dengan apa yang kalian lihat.Sebenarnya aku pun masih sama seperti kalian.Masih merangkak untuk menuju Rahmat-Nya .


        Saat itu aku menyadari,aku tidak akan bisa seperti ini tanpa ada campur tangan Allah SWT.Maaf jika hijrahku mengganggu kalian.Suatu saat kalian pasti akan mengerti apa yang aku jalani saat ini.

Senin, 16 Mei 2016

Malang-Bandung

Diposting oleh dessy setyo di 03.24 0 komentar

Menjadi anak rantau itu pilihan.Dari dulu aku memang punya keinginan untuk merantau keluar kota.Dan akhirnya tersampai juga.Ini bukan pertama kalinya aku merantau dan Bandung bukan kota pertama yang menjadi tempat rantauan ku.Ini kedua kalinya aku merantau.
Sering aku ditanya kenapa kok aku tidak kuliah di Malang? Di salah satu Universitas favourite yang ada di Malang? Aku hanya menggeleng kepala karena memang aku tidak ada keinginan untuk kuliah di Malang.Pertanyaan kedua adalah jadi anak rantau itu enak gak sih? Jadi anak rantau itu susah susah gampang.Bebas,iya memang bebas.Kita bebas mau pergi sama siapa? kemana? berangkat jam berapa? pulang jam berapa?.Tapi ada tanggung jawab yang saat itu emang sedang di tanggung oleh anak rantau.Nilai kuliah? Keberhasilan? Wisuda? Masih banyak hal lagi yang harus di pikirkan oleh anak rantau.Kalau pulang malem,main,dan sebagainya itu hanya hiburan anak rantau untuk mengisi kekosongan waktu dan menghilangkan jenuh karena segala penat selama di tempat rantau.

Merantaulah, maka kamu akan tau rasanya menahan rindu. Kamu akan tau sedih nya perpisahan.Merantaulah,maka kamu akan tau apa yang harus kamu perjuangkan sampai kamu menemukan titik sukses.Merantaulah,maka yang kamu rasakan hanyalah ingin pulang. Kamu akan tau mahalnya untuk bisa bertemu dengan keluarga dan temanmu.
Merantaulah,agar kamu merasakan pulang ke rumah adalah rezeki.

 

Desi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review