Selasa, 12 Desember 2017

Bandung, Kota Hijrahku

Diposting oleh dessy setyo di 08.55 0 komentar
“Hijrah bukan tentang penampilan yang baru, tetapi juga perubahan akhlak untuk menjadi lebih baik lagi” – Aku.
            Agustus 2014 aku pergi ke Bandung untuk melanjutkan kuliahku. Aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung dengan mengambil jurusan Manajemen Bisnis. Banyak yang mengira menjadi perantau itu enak, bebas, dan mandiri. Mandiri, memang. Semenjak itu aku berubah menjadi seorang perempuan yang mandiri. Jika di rumah aku ada fasilitas buat mengurus semuanya, disini aku harus memulainya semua dari  nol. Mengatur uang bulanan, uang kuliah, urusan pribadi, dan masih banyak lagi.
            Selama satu semester itu tak ada yang beda dari ku. Aku masih sama menjadi perempuan yang dulu, masih menjadi seorang anak kecil yang masih belajar tentang hidup. Perubahanku diawali ketika aku bertemu dengan beberapa teman sekolahku. Saat itu aku melihat dia terlihat menarik ketika dia memakai rok yang panjang dan kerudung yang panjang, dalam hatiku bertanya “Gimana ya rasanya? Aku pingin, tapi aku belum siap” gumamku. Kali ini permasalahan niat itu bukan ada di ibuku, tapi ada di diriku. Aku masih terlalu takut untuk memakai kerudung panjang karena aku merasa ilmuku belum mampu dan tingkahku tak se-anggun perempuan yang lain.
            Maret 2014, akhirnya aku beranikan diri untuk memakai kerudung panjang. Saat itu aku belum punya kerudung panjang, jadi  untuk sementara aku memakai kerudung yang ukuran biasa tetapi di double agar terlihat tebal dan panjang. Saat itu aku keluar dari kamar asrama bertemu dengan salah sau temanku yang berkerudung panjang, dia melihat aku dengan senyum dan bilang “Naah, gitu dong. Kelihatan cantik kamu pakek kerudung sama baju kayak gitu”, “Hehe” jawabku.
            Juni 2015, aku datang ke acara buka bersama sekaligus reuni dengan temanku SMP. Kita masih sama, ketawa, mengingat kebiasaan kita di kelas, dan masih banyak lagi. Disela-sela itu ada temenku yang bilang, “Desi, kamu kok jadi gini?”, “Mak, pakaianmu kok ribet banget panjang-panjang”, “Mak, jalan sama kamu berasa jomplang. Kamu pakek kerudung panjang, akunya masih pakek baju lengan pendek”, “Mbak, kamu gak ikut aliran sesat kan?”, dan masih banyak lagi pertanyaan yang mereka bilang ke aku. Aku hanya tersenyum dan bilang “Hehe, aku ya gini sekarang”.

            Memang benar, hijrah itu butuh proses. Semua itu di awali dari rasa kecewa ketika harus kehilangan beberapa teman tapi akhirnya rasa nyaman itu akan ada waktunya. Bandung merubahku. Ketika orang disekitarku takut akan perubahan yang negatif dariku, tapi disini aku menunjukkan, tak semua anak rantau berubah menjadi negatif. Asal memilih teman yang benar, In Shaa Allah jalanmu akan semakin benar.

Jumat, 01 Desember 2017

Ibu, Izinkan Aku Hijrah

Diposting oleh dessy setyo di 02.48 0 komentar
"Jangan menunda niat yang memang baik untukmu. Lakukan semampu selebihnya biar Allah SWT yang mengatur jalanmu" - Aku

Keinginanku hijrah sudah ada sejak awal masuk SMP. Saat itu aku bilang ke ibuku "Bu, aku pingin pakek kerudung" dan beliau menjawab "Jangan dulu, kamu masih belum bisa memakainnya sekarang". Ya aku paham apa yang dimaksud ibuku, ibuku hanya tak ingin menyalah gunakan kerudukan untuk menutupi keburukanku.
Beberapa tahun kemudian, keinginanku semakin kuat untuk memakai kerudung dan saat itu aku sudah masuk SMK. Disana banyak sekali perempuan yang memakai kerudung meskipun belum sepenuhnya mereka memakainya. Saat itu aku bertanya kepada salah satu temanku "Aku pingin pakek kerudung, tapi sholatku belum lima waktu, aku udah gak pernah ngaji lagi semenjak SMP, dan aku puasa hanya di bulan Ramadhan. Gimana ya?" tanyaku saat kita hendak sholat di musholla sekolah dan mereka menjawab "Gak apa, teruskan niatmu untuk memakai kerudung. Nanti kamu juga bakalan tau rasanya ketika kamu memakai kerudung tapi tidak sholat dan ngaji, pasti nanti kamu akan merasa malu dengan kerudungmu" jawaban mereka membuatku merenungi setiap kata mereka. Lalu beberapa hari kemudian aku bertanya lagi kepada ibuku "Bu, aku pingin pakek kerudung ya?" dan jawaban beliau masih sama, "Jangan dulu. Perbaiki dulu akhlakmu baru kamu pakek kerudung". Dan untuk kesekian kalinya aku menunda.
Pada akhir November 2013, dengan berbekal niat dan keberanian aku mulai memantapkan diri memakai kerudung. Saat itu aku diam-diam memakainya agar tidak dimarahi ibuku. Aku tau, ibuku masih belum siap menerimaku dengan kerudung baruku maka dari itu aku memakainya pertama kali ketika aku diluar kota. Tepatnya saat aku magang dan merantau untuk pertama kalinya disana. Satu bulan kemudian, aku pulang dengan kerudung baruku dan ibuku terlihat bingung dan sedikit menentang, "Kamu yakin? Kamu siap?" tanyanya ketika dirumah. "Iya bu, aku udah yakin" jawabku. Mendengar jawabanku ibuku masih sedikit ragu untuk menerimanya.
Berbulan-bulan ibuku masih terus  menyinggung kerudung dan tingkahku kepadanya. Memang benar, istiqomah tak semudah memakai kerudung hanya untuk penampilan baru. Perdebatan aku dengan ibuku hampir tiap hari hanya untuk meyakinkan beliau kalau aku mampu memakainya. Alasan ibuku belum setuju salah satunya yaitu ibuku takut aku tidak bisa istiqomah dan merubah akhlakku. Ibuku takut aku tidak bisa mempertanggungjawabkan kerudungku karena tingkahku yang masih belum anggun dan kalem. Dan masih banyak lagi yang membuat ibuku takut.
Agustus 2014, aku pergi ke Bandung. Disana aku diterima disalah satu universitas swasta yang masih satu yayasan dengan sekolahku. Ibuku mengantarkan aku dengan setengah hati karena masih berat untuk melepasku kuliah jauh dari rumah. Lalu? Apakah hijrahku cukup sampai di Malang? Tidak, hijrahku masih berlanjut di Bandung.

Minggu, 03 September 2017

Friendzone

Diposting oleh dessy setyo di 10.41 0 komentar

                “Friendzone adalah dimana sepasang orang yang terjebak dalam hubungan yang berada di zona pertemanan.Dimana seseorang tersebut hanya di anggap sebagai teman dan seterusnya akan tetap menjadi teman sampai akhirnya ada yang berani salah satu dari mereka untuk memutuskan menjalin sebuah komitmen yang pasti”
                Sekarangpun Raden dan Rika adalah sepasang orang yang sedang terjebak dalam dunia yang disebut friendzone.Mereka saling kenal sejak SD, bahkan mereka pernah satu bangku.Tanpa mereka sadari, takdir telah membawa mereka untuk menjadi teman sekolah sampai SMA.Mereka masuk di SD yang sama, SMP yang sama, dan SMA yang sama tanpa ada perjanjian.Mereka baru tahu kalau mereka satu sekolah ketika mereka mendapat pengumuman penerimaan murid baru disekolahnya.Raden dan Rika merupakan salah satu murid teladan disekolahnya.Tak heran kalau mereka selalu masuk di sekolah favorit dan selalu menjadi di peringkat yang tertinggi.Entah Raden yang peringkat satu dan Rika peringkat dua seangkatan atau sebaliknya.Mereka sangat populer, tak khayal kalau setiap mereka ulang tahun selalu dapat banyak kado dari teman lawan jenisnya.Tapi tetap saja kado itu tak berarti bagi mereka karena lawan jenisnya itu hanya sebagai teman biasa.
                Mereka memang sudah kenal sejak SD, tapi getaran cinta yang mereka rasakan itu ada sejak SMP.Saat itu, Rika mengalami kecelakaan  yang membuatnya harus dirawat inap di rumah sakit berhari-hari.Separuh wajahnya mengalami luka-luka sehingga bekas lukanya tidak bisa di sembuhkan secara total dan dalam waktu yang singkat.Sejak saat itulah banyak teman lelakinya yang menjauhi mereka karena menurut mereka Rika bukan cewek yang cantik lagi.Berbeda dengan Raden yang setia menjenguk dan merawat Rika dengan telaten saat Rika dalam kondisi sakit.Orang tua mereka memang sangat dekat, sehingga sudah biasa kalau Raden keluar masuk rumah Rika dengan bebas begitupun sebaliknya.Sejak saat itulah Rika merasakan getaran cinta dan detakan jantung yang kuat terhadap Raden.
                Kring ... kring ... kring ...
                Bel masuk sekolah sudah bunyi.Itu pertanda pelajaran Bu Putri akan segera berlangsung.Bu Putri adalah guru Bahasa Inggris yang killer.Tak tanggung-tanggung dia memberi nilai kepada muridnya dengan nilai yang jelek.Terutama pada anak yang bandel dan susah diatur.Pelajaran dimulai dan seperti biasanya Rika duduk di depan dan Raden dibelakang Rika.
“Anak-anak, sekarang buka buku halaman seratus tentang Simple Past Tense” teriank Bu Putri dengan suara yang melengking.Rika dan Raden memandang Bu Putri dengan perasaan yang bosan selama pelajaran itu berlangsung.
                Pelajaran sudah berlangsung dua jam, itu berarti jam pelajaran Bahasa Inggris sudah selesai.Seusai pelajaran selesai, Raden mengantar Rika ketempat kerjanya.Rika merupakan salah satu siswa yang ambil kerja part time untuk menambah uang jajannya dia.
“Rik, yuk aku anter” tawar Raden
“Yuk Den. Eh bentar, ada yang ketinggalan.Bentar ya aku ke kelas dulu” jawab Ri
“Oke Rik, aku tunggu di parkiran yak” Raden pamit ke parkiran lebih dulu untuk mengambil motornya.Rikapun segera menemui Raden setelah kembali ke kelasnya.
                Jarak dari sekolah ke tempat kerja part time Rika emang gak jauh.Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk sampai sana dengan naik motor.
“Rik, entar pulang jam berapa? Aku jemput ya?” tanya Raden sekaligus menawarkan jemputa kepada Rika
“Hem gak usah Den. Entar aku bareng aja sama Shanti.Kan rumah kita juga sejalan.Entar kasian kamunya bolak balik nganterin dan ngejemput aku
“Oh, ya udah.Entar kalau udah sampek rumah kabari ya” balas Raden dengan senyumannya yang manis itu
                Sebenarnya Raden tahu jam pulang kerja part timenya Rika.Untuk memastikan apakah Rika udah sampai belum dirumahnya, Raden menunggu Rika didepan rumahnya.Sesampainya Rika di depan rumah, Raden terkejut karena melihat Rika berboncengan dengan Riko.Riko adalah salah satu teman kerja Rika.Raden juga tahu kalau Riko menyukai Rika, hanya saja Rika tetap menganggap Riko sebagai teman biasa tanpa ada perasaan apapun.
“Eh Rik, udah dateng” sapa Raden dengan muka kecewa dan sesak.Raden juga tahu, kalau Rika hanya menganggap Riko sebagai teman.Tapi tetap saja, menurut Raden setangguh-tangguhnya seorang cewek menutup hati, pasti akan luluh terhadap lelaki yang selalu ada untuknya.
“Iya Den.Kamu ngapain ada di depan rumah.Masuk yuk” tawar Rika dengan muka bersalah karena takut Raden salah paham akan kejadian itu.
“Oh, gak usah Rik.Aku mau pulang.Aku barusan habis dari rumah temen, jadi sekalian mampir aja kesini” balas Raden dengan nada bingung mencari alasan agar Rika tidak curiga dengan sikapnya barusan.
“Rik, aku balik juga ya.Udah malem juga.Kamu buruan istirahat, besok sekolah masuk pagi kan?” tepis Riko sekalian untuk pamit pulang ke Rika
“Oh, iya Rik, Den.Hati-hati ya kalian” jawab Rika sekalian melambaikan tangan kepada keduanya
                Semenjak kejadian itu, Raden memilih jauh dari Rika untuk beberapa saat hanya untuk menata hatinya yang mulai takut kehilangan Rika.”Sebenernya, ngapain juga aku kayak gini? Punya hak apa aku seperti ini ke Rika?Aku hanya temannya Rika, dan selamanya akan menjadi teman” Gumam Raden.Rikapun merasa ada yang aneh dari Raden.Tidak hanya aneh, tapi juga merasa sepi.Sepi karena orang yang dia sayang tiba-tiba pergi dan cuek begitu saja.
                Kring ... Kring ... Kring ...
                Bel bunyi sebanyak tiga kali, itu pertanda jam sekolah telah selesai dan murid-murid langsung bergegas pergi untuk meninggalkan kelas.Saat itu, Rika memberanikan diri kepada Raden tentang apa yang sedang terjadi diantara mereka.Rika menarik tangan Raden dan berjalan mengarah pada lobby sekolah.
“Den, kamu kenapa? Kamu kok akhir-akhir ini aneh?” tanya Rika dengan tatapan mata yang penuh harap kepada Raden
“Hem, gpp Rik.Aku ... Aku cuma lagi sibuk aja” jawab Raden dengan kepala menunduk
“Bohong” bentak Rika karena sudah tidak tahan dengan sikap Raden
“Bagaimana kalau kamu tahu yang sesungguhnya? Perasaanku selama ini ke kamu? Sikapku selama ini ke kamu? Apa kamu bakalan menjauh dari ku gara-gara aku menyukaimu.Aku hanya tidak mau perasaan yang sudah kusimpan hampir sepuluh tahun merusak kedekatan kita begitu saja.Masih belum waktunya Rik” Raden merasakan perang batin yang amat besar.Dia bingung mencari alasan agar Rika tidak mengetahui perasaan yang sudah dia pendam selama ini
“Den! Jawab!” nada Rika semakin tinggi sehingga merusak lamunan Raden
“Hem, iya.Ya udah, hari ini kamu libur kerja kan? Aku anter pulang kerumah aja ya?” Raden berusaha mengalihkan topik pembicaraan.Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada Rika yang entah itu akan menjadi happy ending or sad ending?.

“Hem” Rika menganggukkan kepala pertanda kalau dia setuju ajakan Raden.Mereka menuju parkiran.
                “Raden? Apa kamu cemburu dengan kejadian tempo hari itu? Tapi, tapi kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenernya? Apa itu hanya aku saja yang merasakan ini? Jika memang itu perasaan ku saja, apa maksud sikap kamu selama ini ke aku? Teman? Ah sudahlah, yang penting kamu sudah baikan dengan ku Den” Rikapun juga merasakan perang batin yang hebat.Dia malu untuk mengatakan perasaannya yang sesungguhnya kepada Raden.
“Udah sampai nih” kata Raden sambil membuyarkan lamunan mereka
“Hem, iya.Makasih ya.Mau masuk dulu gak?” tawar Rika
“Oh, lain kali aja ya? Aku mau nganterin mama pergi dulu.Aku langsung balik ya Rik” jawab Raden sekalian pamit
“Oh, ya udah.Ati ati ya. Salam buat tante” kata Rika sambil melambaikan tangan ke Raden
               Rik, hampir sepuluh tahun aku nunggu.Dan aku masih nunggu seperti biasa.Hampir sepuluh tahun kita seperti ini, tapi aku masih saja gak berani untuk memulai.Selama perjalanan Raden melamun.Dia masih memikirkan perasaannya ke Rika yang hampir sepuluh tahun gak berani dia omongin.


Bersambung . . .

Senin, 17 April 2017

Hijrah Ku, Hijrah Mu

Diposting oleh dessy setyo di 09.50 0 komentar
Saat itu pagi-pagi sebelum kelas aku diajak berbicara dengan salah temen ku namanya Icha.Dia cantik, baik, dia anak Sunda.Mungkin kalau awal orang melihat dia pasti orang akan berfikir kalau dia adalah orang terjutek, tapi jika saja mereka mau mendekati dia leih dalam lagi dia perempuan segalanya.

Awalnya yang kita obrolin biasa, masalah kuliah pastinya sampai akhirnya dia bertanya
"Desi, kamu kok bisa sampai sini?" katanya . Dan aku belum paham maksud pertanyaan dia tadi itu apa?
"Maksudnya Ca?'kataku berbalik tanya
"Iya, kamu kok bisa memakai pakaian dan kerudung seperti ini? Udah berapa lama emangnya?" jelasnya
"Aku udah dua tahun Ca pakai kerudung, tapi kalau sampai kayak gini baru setahun aku merubah dirinya" kataku dengan senyum lebar
"Bisanya? Gimana caranya?" tanyanya lagi
"Emmm, gimana ya? Awalnya sih gara-gara aku sering kumpul sama temen sekolahku yang memakai kerudung panjang.Gak tau kenapa rasanya aku juga pingin kayak gitu.Tuntutan hati kalik ya?" akupun menjelaskannya
"Aku pingin kayak gini, tapi aku belum siap.Soalnya aku masih biasa dengan keseharianku yang sekarang.Mamaku sih udah nyuruh, cuma aku jawab "iya mah"" katanya
"Sebenernya masalah kerudung itu masalah kemantapan hati.Bukan karena suruhan atau paksaan dari orang lain.Bersyukurlah ketika Mama mu membuka kan pintu lebar buat kamu hijrah, beda sama aku"
"Emang kamu gimana Des? Susah ya? Ribet ya?"
"Susah sih enggak Ca, tapi memang ada salah satu keluargaku yang masih melarangku memakai kerudung, tapi aku tidak dengerin, aku lebih nurutin hati.Meskipun sebenernya semua itu gak sinkron"
"Oh iya? Tapi aku masih malu mau pakek.Aku pingin pakek, tapi ada beberapa temenku yang bilang gak pantes" tanya Icha
"Ya itu sih tergantung orang nya emang gimana tanggapannya pas temennya ngomong kek gitu.Aku dulu juga sama kamu, malah lebih parah dari kamu.Tapi aku masih mencoba"
"Ribet gak sih?"
"In Shaa Allah, asal kamu niat itu gak bakal kerasa ribet.Yang ada kamu bakal lebih adem meskipun kerudung yang kamu pakai berlapis-lapis"

Dan saat itu dia berfikir, semenjak itu pula aku nyaman buat ngobrol sama dia.Bagiku, setiap orang mempunyai cerita masing-masing tentang hijrahnya mereka.Mungkin saat ini orang akan berfikir "Nanti" namun dengan kekuasaan-Nya secepat mungkin dia akan memulai "Lillahhi Ta'ala" ~

Selasa, 04 April 2017

Apa Kabarmu (Hati) ?

Diposting oleh dessy setyo di 08.04 0 komentar
Assalammualaikum hati,
Apa kabarmu hari ini ? Masih kuatkah imanmu hari ini?
Masih baik-baik saja kah kamu hari ini?
Apakah masih perang batin untuk melawan rindu?

Hati,
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu rindukan?
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu dekati?
Dan masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu harapkan?
Iya, Rabb-mu lah yang harus kamu rindukan
Rabb-mu lah yang harus kamu dekati
Dan Rabb-mu lah yang harus kamu harapkan

Hati,
Bukan maksud raga ini untuk memaksamu berhenti melawan rindu
Berhenti melangkah mendekatinya
Berhenti terus mengharapkan dia

Hati,
Bukankah Dia (Rabb-mu) lebih baik dari dia?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang tak akan mengecewakan mu?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang selalu mendekatimu?

Hati,
Cukuplah kamu mengharapkan Dia (Rabb-mu)
Cukuplah kamu mendekati Dia (Rabb-mu)
Dan cukuplah kamu merindukan Dia (Rabb-mu)
Karena Dia (Rabb-mu) adalah Maha yang membolak-balikkan hati
Karena Dia (Rabb-mu) adalah tempat dari segala tempat

Hati,
Semoga kamu terjaga sampai akhirnya Dia (Rabb-mu) mendekatkan dia untukmu
Dia yang entah siapa itu?
Dia yang entah bagaimana rupanya itu?

Hati, bersabarlah
Karena bahagiamu saat ini sedang ditata oleh Dia (Rabb-mu)

Minggu, 16 Oktober 2016

Your Screet Admirer

Diposting oleh dessy setyo di 07.58 0 komentar
Meski kau takkan pernah tau
Ketulusan hatiku ini
Biar ku simpan dalam mimpi

Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu.Aku melihatmu tapi kamu sibuk dengan duniamu.Aku juga lupa bagaimana bisa aku mengagumimu?Bagiku mengagumimu terkadang gak butuh alasan yang jelas.Saat itu,kamu berjalan didepanku dengan tampang yang biasa tak ada yang istimewa.Dalam hatiku "cakep ya?" iya,cakep emang,mungkin itu awal aku mengagumimu.Lalu saat itu waktu berpihak denganku untuk bisa menyapamu meskipun itu hanya sekedar "mas" lalu kamu memberiku senyuman yang terlihat tulus dan akupun semakin mengagumimu.
Berjalannya waktu,kamu menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang.Banyak perempuan dan seketika nyaliku turun.Jangankan menegurmu dan menyapamu "mas" untuk melihat ke arahmu saja aku harus mencuri-curi agar aku bisa lebih lama melihatmu.Teman-temanku yang saat itu gemes dengan tingkahku,mereka memaksaku untuk menegurmu dan memulai dulu,tapi sekali lagi aku gak berani.
Dalam hati ingin sekali menyapamu dan berfoto denganmu,tapi apa daya semua itu hanya ekspektasi yang sulit untuk dijadikan nyata.Dan beruntungnya aku yang sampai saat ini masih menikmati peranku sebagai pengagum rahasiamu entah sampai kapan dan akan berhenti dimana?

Apalah arti seorang pengagum rahasia yang hanya bisa melihat dari jauh dan mendoakan dalam diam. sekali ketemu bisa bahagia,sekali ngobrol bisa seneng nya gak karuan ...

Selasa, 17 Mei 2016

Hijrah-ku

Diposting oleh dessy setyo di 11.24 1 komentar
Dulu aku memang enggan untuk melangkah mendekati-Mu.Membicarakan-Mu pun aku menolak.Tapi dengan kebesaran-Mu,Engkau merangkulku untuk mendekati-Mu

Untuk mu teman-temanku,
          Masih teringat jelas saat itu,saat kita sudah mulai untuk menata masa depan setelah lulus SMK.Semua masih berjalan normal,kita main,kita kumpul,kita sharing.Sempat ada yang tanya dari kalian "Mak,kamu habis ini mau lanjut kemana? Kuliah apa kerja?" Aku diam dan mikir,lalu aku menjawab "Belum tau" karna saat itu aku memang masih belum tau akan masa depan ku.Aku sering merasakan ke gagalan berkali-kali.Jatuh pu berkali-kali.
         Berapa hari kemudian...
         Tanpa ada angin,tanpa ada hujan aku memberi kabar yang bisa dibilang menyakiti hati mereka "Aku keterima kuliah di Bandung" suasana menjadi hening.Temen-temenku yang tadinya ketawa langsung diam ketika mendengar kabar itu.Ada yang bilang "Mak,kamu kok tega ya? Gak ada kabar mau lanjut kemana? Setiap di tanyain pasti jawabannya belum tau.Tiba-tiba pas kumpul kamu bilang "Aku keterima kuliah di Bandung" terus kita harus ngomong apa?".Dan saat itu pun aku juga melihat ke arah seorang laki-laki yang pernah menjadi apapun buat aku,menjadi orang yang paling aku sayang.Saat itu laki-laki itu berkata "Aku pulang,kamu pergi.Aku minta ketemu sampai sekarang kita belum ketemu.Sekali ketemu kamu bilang seperti itu,sakit hati ku Yank".Aku diam,aku hanya diam dan diam."Mendingan kita putus aja" lanjutnya.Dan mendengar pernyataan itu aku semakin terdiam dan menunduk. 
          Aku berangkat.Semuanya masih berjalan biasa.Satu tahun kemudian aku pulang.Aku kumpul lagi dengan mereka.Saat itu diantara mereka ada yang bingung lihat perubahanku.Lalu mereka bertanya "Mak,kamu kenapa?" lalu aku pun berbalik tanya "Emang aku kenapa?" dan mereka masih bingung.Mungkin diantara kalian masih ada yang belum bisa menerima keadaan ku. Aku memilih merantau keluar kota,tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu dengan kalian.Tiba tiba saja aku pamit setelah semua proses selesai.Lalu aku pulang menemui kalian dengan keadaan yang seperti ini.Datang dengan baju yg ribet,serba panjang,seperti emak emak,tak lagi modis,bahkan aku cenderung diam tak serame dulu.
         Saat kita kumpul,ada beberapa temanku yang bertanya "apa kamu gak risih di katain emak emak? Apa kamu gak risih memakai baju yang sebesar itu? Apa kamu gak risih memakai jilbab yang selebar itu?" Dan aku menjawab "jika mereka menganggap ku seperti emak emak,tidak apa.bagi ku itu adalah godaan.risih? Awal nya memang iya.tapi seiring berjalannya waktu,semua berlalu begitu saja" mereka pun cuma bisa terdiam dan memandang ku heran.Bahkan ada saat itu salah satu temen ku bertanya "Mbak,kamu gak ikut aliran sesat kan?" aku hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan itu.

          Sebenarnya tak ada yg terjadi apa apa dengan ku.Tak ada yang merubah ku menjadi orang lain,menjadi orang yang tak kalian kenal seperti dulu.Jangan lihat lebar nya kain yang menutupi kepalaku.Jangan lihat pakaian yang memanjang yang sedang aku pakai.Jangan lihat sikap ku yang tiba tiba pendiam.Karna sesungguhnya apa yang aku jalani tak semudah dengan apa yang kalian lihat.Sebenarnya aku pun masih sama seperti kalian.Masih merangkak untuk menuju Rahmat-Nya .


        Saat itu aku menyadari,aku tidak akan bisa seperti ini tanpa ada campur tangan Allah SWT.Maaf jika hijrahku mengganggu kalian.Suatu saat kalian pasti akan mengerti apa yang aku jalani saat ini.

 

Desi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review