Saat itu pagi-pagi sebelum kelas aku diajak berbicara dengan salah temen ku namanya Icha.Dia cantik, baik, dia anak Sunda.Mungkin kalau awal orang melihat dia pasti orang akan berfikir kalau dia adalah orang terjutek, tapi jika saja mereka mau mendekati dia leih dalam lagi dia perempuan segalanya.
Awalnya yang kita obrolin biasa, masalah kuliah pastinya sampai akhirnya dia bertanya
"Desi, kamu kok bisa sampai sini?" katanya . Dan aku belum paham maksud pertanyaan dia tadi itu apa?
"Maksudnya Ca?'kataku berbalik tanya
"Iya, kamu kok bisa memakai pakaian dan kerudung seperti ini? Udah berapa lama emangnya?" jelasnya
"Aku udah dua tahun Ca pakai kerudung, tapi kalau sampai kayak gini baru setahun aku merubah dirinya" kataku dengan senyum lebar
"Bisanya? Gimana caranya?" tanyanya lagi
"Emmm, gimana ya? Awalnya sih gara-gara aku sering kumpul sama temen sekolahku yang memakai kerudung panjang.Gak tau kenapa rasanya aku juga pingin kayak gitu.Tuntutan hati kalik ya?" akupun menjelaskannya
"Aku pingin kayak gini, tapi aku belum siap.Soalnya aku masih biasa dengan keseharianku yang sekarang.Mamaku sih udah nyuruh, cuma aku jawab "iya mah"" katanya
"Sebenernya masalah kerudung itu masalah kemantapan hati.Bukan karena suruhan atau paksaan dari orang lain.Bersyukurlah ketika Mama mu membuka kan pintu lebar buat kamu hijrah, beda sama aku"
"Emang kamu gimana Des? Susah ya? Ribet ya?"
"Susah sih enggak Ca, tapi memang ada salah satu keluargaku yang masih melarangku memakai kerudung, tapi aku tidak dengerin, aku lebih nurutin hati.Meskipun sebenernya semua itu gak sinkron"
"Oh iya? Tapi aku masih malu mau pakek.Aku pingin pakek, tapi ada beberapa temenku yang bilang gak pantes" tanya Icha
"Ya itu sih tergantung orang nya emang gimana tanggapannya pas temennya ngomong kek gitu.Aku dulu juga sama kamu, malah lebih parah dari kamu.Tapi aku masih mencoba"
"Ribet gak sih?"
"In Shaa Allah, asal kamu niat itu gak bakal kerasa ribet.Yang ada kamu bakal lebih adem meskipun kerudung yang kamu pakai berlapis-lapis"
Dan saat itu dia berfikir, semenjak itu pula aku nyaman buat ngobrol sama dia.Bagiku, setiap orang mempunyai cerita masing-masing tentang hijrahnya mereka.Mungkin saat ini orang akan berfikir "Nanti" namun dengan kekuasaan-Nya secepat mungkin dia akan memulai "Lillahhi Ta'ala" ~
Blogroll
Labels
- Agama (1)
- ATTITUDE (2)
- Basis Data (4)
- cerita (4)
- cerpen (9)
- Hijrah (2)
- IPS (1)
- Java (5)
- Kewirausahaan (1)
- Mini Novel (1)
- PHP (7)
- PKN (1)
- Puisi (1)
- Sekilas Cerita (1)
- Sekilas Cerita :D (8)
About
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 April 2017
Senin, 14 September 2015
Untukmu Masa Laluku
Hai Masa Laluku
Tenang saja,aku tak akan lagi mengganggu kesibukanmu seperti dulu.Tak akan lagi menanyakan "apakah kamu sudah makan apa belum?" "Bagaimana dengan sekolah mu hari ini?" "Hal apa saja yang sudah kamu lakukan hari ini" "Bolehkah aku meminta waktumu sebentar? Untuk sekedar mendengarkan ceritaku yang pasti menurutmu itu gak penting"
Sekarang pun kita sudah memiliki jalan masing-masing.Kamu dengan dunia mu yang baru bersama dengan dia.Orang baru yang menggantikan aku.Aku lihat kamu sudah bahagia ketika dengan bersamanya.Dan saat itulah aku berfikir melepaskan mu secara perlahan itu adalah pilihan yang tepat.
Hai Masa Laluku
Sungguh,melepasmu itu bukan hal yang mudah.Butuh proses yang sulit dan panjang untuk ku melepasmu.Bersama dengan wanita baru yang kelak akan menemanimu disaat suka maupun duku.Aku berharap dia lebih baik dari aku.Tak lagi merengek,lebih bisa mengerti keadaanmu,yang mau mendengarkanmu ceritamu ketika kamu mulai lelah dengan segala tugasmu.
Hai Masa Laluku
Terimakasih kamu sudah mengajariku tentang semua.Menjadi seorang wanita yang kuat.Tak mudah merengek dan cengeng ketika masalah terus menerus datang.Terimakasih kamu sudah pernah menjadi apapun untukku.Mulai dari kakak,teman curhat,ayah dan segala hal.
Hai Masa Laluku
Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu yang baru.Tanpa aku.
Tertanda
Masa Lalumu
Categories
cerpen
Minggu, 22 Februari 2015
Aku Tau dan Aku Cukup Tau
Aku mengenalmu sudah lama.Aku tau apa,bagaimana dan siapa kamu?.Aku tau apa pun yang pernah kamu sembunyikan ke aku.Dari hal yang paling kecil hingga hal yang serius pun.Aku akui,dulu aku pernah melakukan hal yang sangat bodoh.Mempertahankan seorang laki-laki yang hanya kasihan dengan keadaan ku.Kasihan karena aku telah lama menunggunya.Hingga aku lupa akan semua kesalahannya.
Sudah banyak bukti aku tlah salah mempertahankan orang yang salah.Tapi aku masih kukuh untuk mempertahankannya.Aku menutup telinga ku dari omongan teman-teman ku tentang kelakuannya.Aku tutup mata ku dari bukti yang sudah jelas di depan mata.Dan aku pun masih ikhlas untuk memaafkannya.Bahkan aku menganggap nggak ada hal yang janggal dihubungan ini.Aku pura-pura nggak tau apa yang sudah kamu lakukan di belakangku.
Sakit itu masih ada dan luka itu masih membekas.Sakit dan luka itu ada bukan karena kamu bersama yang lain sekarang.Tapi karna aku teringat apa dan siapa kita dulu.Ketika kamu susah,aku lah penyemangatmu,ketika kamu bingung,aku lah tempat curhatmu.Ketika kamu sedih,aku lah pundakmu.Tapi itu dulu...
Sekarang?Aku merasa asing dengan kita yang dulu.Dulu aku yang berhak untuk kamu nomer satu kan,sekarang aku hanya bisa tersenyum ketika kamu nomer sekiankan.Aku tau,kita yang sekarang sudah berbeda.Kamu bersama dengan yang baru dan aku masih sendiri.
Masih teringat ketika kamu berkata "Aku sudah nyaman dengan yang sekarang" aku hanya bisa tersenyum.Dalam hati aku berkata "Aku bisa apa ketika kamu sudah nyaman dengan yang sekarang?Apa aku harus merebutmu kembali?Terlalu bodoh buat aku lakukan.Terlalu naif jika aku mengambil keputusan yang konyol itu" dan lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum dan mendoakan mu agar kesalahan yang sama tidak terjadi dengan hubungan yang saat ini.
Mulut memang mudah untuk mengatakan "Aku mengikhlaskanmu dengan yang lain.Dengan siapaun itu.Dan aku nggak peduli" tapi nyatanya? Mengikhlaskan mu dan melepasmu itu membutuhkan waktu yang lama.
Sudah banyak bukti aku tlah salah mempertahankan orang yang salah.Tapi aku masih kukuh untuk mempertahankannya.Aku menutup telinga ku dari omongan teman-teman ku tentang kelakuannya.Aku tutup mata ku dari bukti yang sudah jelas di depan mata.Dan aku pun masih ikhlas untuk memaafkannya.Bahkan aku menganggap nggak ada hal yang janggal dihubungan ini.Aku pura-pura nggak tau apa yang sudah kamu lakukan di belakangku.
Sakit itu masih ada dan luka itu masih membekas.Sakit dan luka itu ada bukan karena kamu bersama yang lain sekarang.Tapi karna aku teringat apa dan siapa kita dulu.Ketika kamu susah,aku lah penyemangatmu,ketika kamu bingung,aku lah tempat curhatmu.Ketika kamu sedih,aku lah pundakmu.Tapi itu dulu...
Sekarang?Aku merasa asing dengan kita yang dulu.Dulu aku yang berhak untuk kamu nomer satu kan,sekarang aku hanya bisa tersenyum ketika kamu nomer sekiankan.Aku tau,kita yang sekarang sudah berbeda.Kamu bersama dengan yang baru dan aku masih sendiri.
Masih teringat ketika kamu berkata "Aku sudah nyaman dengan yang sekarang" aku hanya bisa tersenyum.Dalam hati aku berkata "Aku bisa apa ketika kamu sudah nyaman dengan yang sekarang?Apa aku harus merebutmu kembali?Terlalu bodoh buat aku lakukan.Terlalu naif jika aku mengambil keputusan yang konyol itu" dan lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum dan mendoakan mu agar kesalahan yang sama tidak terjadi dengan hubungan yang saat ini.
Mulut memang mudah untuk mengatakan "Aku mengikhlaskanmu dengan yang lain.Dengan siapaun itu.Dan aku nggak peduli" tapi nyatanya? Mengikhlaskan mu dan melepasmu itu membutuhkan waktu yang lama.
Categories
cerpen
Minggu, 15 Februari 2015
Luka Lama
Maaf sebelumnya kalau aku spam.Maaf sebelumnya kalau aku terlalu berlebihan.Aku tau,aku hanya seorang cewek yang suka mendrama.Aku tau,aku hanya seorang cewek yang labil yang hanya bisa mengungkapkan semua apa yang aku rasakan lewat tulisan.
Aku kira dulu aku hanya bermimpi buruk ketika aku kehilangan mu.Aku kira dulu kamu hanya bercanda ketika kamu bilang "Semuanya cukup sampai disini.Dan sekarang kamu bebas untuk berbuat apa pun.Tanpa harus ada kekangan atau tuntutan dari aku".Seiring berjalannya waktu,kamu datang membuat ku seolah berarti buat kamu.Lalu dengan cepat kamu pergi lagi seolah aku tak ada arti lagi buat kamu.Seolah olah olah hati ini kamu anggap layangan yang bisa kamu tarik ulur sesuka hatimu.
Ketika aku bertanya pada mereka,disebut apa ini? dan mereka menjawab,ini luka lama.Iya,luka lama yang belum sempat terobati dan masih membekas.Luka lama yang masih menyisakan goresan demi goresan.
Setelah kamu pergi,kamu datang lagi menggandeng seorang cewek yang aku kira itu saudara mu.Dengan lantang kamu berkata,"Kenalkan,ini pacar baru ku.Penggantimu disampingku.Penggantimu untuk masa depanku." .Lalu aku hanya terdiam.Kita pun saling bepandangan.Dengan terbata-bata aku berkata "Ooooo,ini perempuan yang kamu jadi kan penggantiku dimasa depanmu? Dia cantik,cocok buat kamu.Sesuai dengan apa yang kamu minta.Selamat ya,baik-baik sama dia dan jaga dia.Jangan sampai kesalahan yang sama dengan ku terulang lagi" Aku membalas apa yang sudah kamu lakukan tadi dengan senyuman.Lalu aku pergi dengan wajah yang masih tersenyum.Dengan tanpa dosa kamu bertanya "Kamu baik-baik saja?" pertanyaan bodohlah yang aku dengar dari mulut mu.Dalam hati aku berkata "Wanita mana yang tak sakit hati ketika seorang lelaki yang sudah dianggap seperti pahlawan dan malaikat untuknya ternyata malah datang berbalik menyakitinya?" Tapi bodohnya aku,aku masih berkata "Aku baik-baik saja kok.Seperti yang kamu lihat.Sekarang tugas aku untuk menjagamu sudah selesaikan?Ada baiknya aku pergi dari mu".
Dan sejak itu aku berharap tak akan ada lagi pertemuan yang sama dan luka yang sama.Aku menyayangimu dengan ikhlas maka aku juga harus melepaskanmu dengan ikhlas juga.
Aku kira dulu aku hanya bermimpi buruk ketika aku kehilangan mu.Aku kira dulu kamu hanya bercanda ketika kamu bilang "Semuanya cukup sampai disini.Dan sekarang kamu bebas untuk berbuat apa pun.Tanpa harus ada kekangan atau tuntutan dari aku".Seiring berjalannya waktu,kamu datang membuat ku seolah berarti buat kamu.Lalu dengan cepat kamu pergi lagi seolah aku tak ada arti lagi buat kamu.Seolah olah olah hati ini kamu anggap layangan yang bisa kamu tarik ulur sesuka hatimu.
Ketika aku bertanya pada mereka,disebut apa ini? dan mereka menjawab,ini luka lama.Iya,luka lama yang belum sempat terobati dan masih membekas.Luka lama yang masih menyisakan goresan demi goresan.
Setelah kamu pergi,kamu datang lagi menggandeng seorang cewek yang aku kira itu saudara mu.Dengan lantang kamu berkata,"Kenalkan,ini pacar baru ku.Penggantimu disampingku.Penggantimu untuk masa depanku." .Lalu aku hanya terdiam.Kita pun saling bepandangan.Dengan terbata-bata aku berkata "Ooooo,ini perempuan yang kamu jadi kan penggantiku dimasa depanmu? Dia cantik,cocok buat kamu.Sesuai dengan apa yang kamu minta.Selamat ya,baik-baik sama dia dan jaga dia.Jangan sampai kesalahan yang sama dengan ku terulang lagi" Aku membalas apa yang sudah kamu lakukan tadi dengan senyuman.Lalu aku pergi dengan wajah yang masih tersenyum.Dengan tanpa dosa kamu bertanya "Kamu baik-baik saja?" pertanyaan bodohlah yang aku dengar dari mulut mu.Dalam hati aku berkata "Wanita mana yang tak sakit hati ketika seorang lelaki yang sudah dianggap seperti pahlawan dan malaikat untuknya ternyata malah datang berbalik menyakitinya?" Tapi bodohnya aku,aku masih berkata "Aku baik-baik saja kok.Seperti yang kamu lihat.Sekarang tugas aku untuk menjagamu sudah selesaikan?Ada baiknya aku pergi dari mu".
Dan sejak itu aku berharap tak akan ada lagi pertemuan yang sama dan luka yang sama.Aku menyayangimu dengan ikhlas maka aku juga harus melepaskanmu dengan ikhlas juga.
Categories
cerpen
Jumat, 21 November 2014
Pergi Untuk Kembali,Kembali Untuk Pisah
Long Distance Relationship atau LDR memang hal yang sangat sulit untuk dijalani.Bahkan bisa dibilang kalau itu hal yang membosankan.Menunggu yang nggak pasti,menahan rindu,menahan emosi ketika dia tak ada waktu untuk menemani.
Bertahun-tahun Laras dan Dani menjalani LDR.Berharap akan ada hal yang indah nantinya.Berharap akan ada pelangi setelah hujan.Namun harapan mereka ternyata salah.Mimpi mereka untuk saling menggenggam tangan dalam nyata itu hanya palsu.Hanya sekedar di angan.
Saat itu,menjelang LDR terakhir mereka,Laras kembali ke Bandung setelah dia menyelesaikan kuliahnya di Semarang.Berharap dia akan bertemu dengan Dani.Laras pulang sambil menunggu panggilan kerja dari Surabaya.Dani pun setelah kuliah,dia sudah mendapatkan kerja terlebih dahulu di Bandung.
Laras yang saat itu ingin bertemu dengan Dani,harus tertunda,tertunda dan tertunda.Kerjaan Dani yang tak bisa ditinggal,membuat Laras semakin jenuh untuk menunggu.Sampai akhirnya,laras benar-benar berada sudah berada dititik jenuh.
"Dan,aku pengen kita ketemu.Besok yuk?Besok kan hari libur"
"Iya ayuk,besok aku ya lagi free nggak ada piket di kantor"
"Mau pergi kemana?Aku pengennya ke kawah putih"
"Iya ayuk,bisa aku jemput jam 10 ya?"
"Oke"
"Ya udah,aku mau pulang dulu.Udah malem juga kan"
"Iya Dan,hati-hati ya"
Dani pergi dan membelakangi Laras.Laras yang saat itu mengantar Dani keluar rumah menunggu Dani benar-benar hilang dari pandangannya.Laras bahagia,akhirnya selama bertahun-tahun LDR dia bisa jalan dengan Dani selayaknya orang yang pacaran pada umumnya.Keesokan harinya...
"Dan,jadi kan jam 10?"
"Maaf Ras,ada acara keluarga mendadak.Nggak apa kan di tunda minggu depan?"
"Iya udah deh nggak apa.Have fun ya"
"Iya,makasih ya Ras pengertiannya"
"Iya Dan,kembali kasih"
Laras yang saat itu menahan kecewa berusaha tersenyum ketika Dani membatalkan pertemuan mereka.Saat itu Laras berfikir positif,dia bisa mengerti.Minggu depannya...
"Jadi kan ke Kawah Putihnya?"
"Maaf ya nggak jadi lagi,atasan ku tiba-tiba ngasih jadwal piket besok di kantor"
Laras sudah tak bisa menahan kecewa dan amarahnya lagi.Dia benar-benar marah ke Dani.
"Dani,aku hanya meminta waktumu sebentar untuk bertemu.Tapi kamu selalu aja alasan buat batalin ketemuan kita"
"Maaf Ras,bukannya aku nggak mau keluar dan ketemu sama kamu,tapi ini emang nggak bisa ditinggal"
"Ya udah,gini aja.Dari pada kita tengkar terus,bikin kitanya juga sama-sama sakit,mending kita putus aja"
"Maksudmu?"
Ya kita putus.Kita sendiri-sendiri aja dulu"
"Laras,kamu nggak bercanda kan?Kita ngejalani hubungan ini nggak mudah lo"
"Iya aku tau.Kalau kita emang jodoh,kita pasti bareng lagi kok"
"Ras,aku nggak mau"
"Maaf,aku rasa ini yang terbaik buat kita"
Satu bulan setelah mereka putus,Laras mendapat panggilan kerja dari Surabaya.Sebelum Laras pergi,untuk terakhir kalinya Laras bertemu dengan Dani.
"Dani,aku udah ketrima kerja di Surabaya"
"Iya?Selamat ya.Akhirnya apa yang kamu impikan kesampaian juga"
"Iya makasih.Besok lusa aku harus berangkat.Ada yang mau aku omongin sama kamu"
"Iya,silahkan ngomong aja"
"Aku emang sayang sama kamu.Sampai sekarang pun aku masih sayang.Tapi aku takit buat balik sama kamu.Aku takut kesalahan yang sama akan terulang lagi"
"Iya,aku ngerti kok.Kalau emang ini yang terbaik buat kita,buat aku dan kamu,lakukanlah Ras"
"Iya,makasih"
"Hati-hati ya"
"Iya Dan.Aku nyaman dengan kita yang seperti ini.Mending kita jalani dulu aja ya?Nggak usah kurang,nggak usah lebih.Biar nggak ada yang ngrasain sakit antara aku dan kamu"
"Iya Ras,aku paham kok"
Laras pergi meninggalkan Dani.Semenjak pertemuan itu,Laras dan Dani masih sering komunikasi,tapi bukan sebagai pacar.Tapi sebagai teman.
Bertahun-tahun Laras dan Dani menjalani LDR.Berharap akan ada hal yang indah nantinya.Berharap akan ada pelangi setelah hujan.Namun harapan mereka ternyata salah.Mimpi mereka untuk saling menggenggam tangan dalam nyata itu hanya palsu.Hanya sekedar di angan.
Saat itu,menjelang LDR terakhir mereka,Laras kembali ke Bandung setelah dia menyelesaikan kuliahnya di Semarang.Berharap dia akan bertemu dengan Dani.Laras pulang sambil menunggu panggilan kerja dari Surabaya.Dani pun setelah kuliah,dia sudah mendapatkan kerja terlebih dahulu di Bandung.
Laras yang saat itu ingin bertemu dengan Dani,harus tertunda,tertunda dan tertunda.Kerjaan Dani yang tak bisa ditinggal,membuat Laras semakin jenuh untuk menunggu.Sampai akhirnya,laras benar-benar berada sudah berada dititik jenuh.
"Dan,aku pengen kita ketemu.Besok yuk?Besok kan hari libur"
"Iya ayuk,besok aku ya lagi free nggak ada piket di kantor"
"Mau pergi kemana?Aku pengennya ke kawah putih"
"Iya ayuk,bisa aku jemput jam 10 ya?"
"Oke"
"Ya udah,aku mau pulang dulu.Udah malem juga kan"
"Iya Dan,hati-hati ya"
Dani pergi dan membelakangi Laras.Laras yang saat itu mengantar Dani keluar rumah menunggu Dani benar-benar hilang dari pandangannya.Laras bahagia,akhirnya selama bertahun-tahun LDR dia bisa jalan dengan Dani selayaknya orang yang pacaran pada umumnya.Keesokan harinya...
"Dan,jadi kan jam 10?"
"Maaf Ras,ada acara keluarga mendadak.Nggak apa kan di tunda minggu depan?"
"Iya udah deh nggak apa.Have fun ya"
"Iya,makasih ya Ras pengertiannya"
"Iya Dan,kembali kasih"
Laras yang saat itu menahan kecewa berusaha tersenyum ketika Dani membatalkan pertemuan mereka.Saat itu Laras berfikir positif,dia bisa mengerti.Minggu depannya...
"Jadi kan ke Kawah Putihnya?"
"Maaf ya nggak jadi lagi,atasan ku tiba-tiba ngasih jadwal piket besok di kantor"
Laras sudah tak bisa menahan kecewa dan amarahnya lagi.Dia benar-benar marah ke Dani.
"Dani,aku hanya meminta waktumu sebentar untuk bertemu.Tapi kamu selalu aja alasan buat batalin ketemuan kita"
"Maaf Ras,bukannya aku nggak mau keluar dan ketemu sama kamu,tapi ini emang nggak bisa ditinggal"
"Ya udah,gini aja.Dari pada kita tengkar terus,bikin kitanya juga sama-sama sakit,mending kita putus aja"
"Maksudmu?"
Ya kita putus.Kita sendiri-sendiri aja dulu"
"Laras,kamu nggak bercanda kan?Kita ngejalani hubungan ini nggak mudah lo"
"Iya aku tau.Kalau kita emang jodoh,kita pasti bareng lagi kok"
"Ras,aku nggak mau"
"Maaf,aku rasa ini yang terbaik buat kita"
Satu bulan setelah mereka putus,Laras mendapat panggilan kerja dari Surabaya.Sebelum Laras pergi,untuk terakhir kalinya Laras bertemu dengan Dani.
"Dani,aku udah ketrima kerja di Surabaya"
"Iya?Selamat ya.Akhirnya apa yang kamu impikan kesampaian juga"
"Iya makasih.Besok lusa aku harus berangkat.Ada yang mau aku omongin sama kamu"
"Iya,silahkan ngomong aja"
"Aku emang sayang sama kamu.Sampai sekarang pun aku masih sayang.Tapi aku takit buat balik sama kamu.Aku takut kesalahan yang sama akan terulang lagi"
"Iya,aku ngerti kok.Kalau emang ini yang terbaik buat kita,buat aku dan kamu,lakukanlah Ras"
"Iya,makasih"
"Hati-hati ya"
"Iya Dan.Aku nyaman dengan kita yang seperti ini.Mending kita jalani dulu aja ya?Nggak usah kurang,nggak usah lebih.Biar nggak ada yang ngrasain sakit antara aku dan kamu"
"Iya Ras,aku paham kok"
Laras pergi meninggalkan Dani.Semenjak pertemuan itu,Laras dan Dani masih sering komunikasi,tapi bukan sebagai pacar.Tapi sebagai teman.
Categories
cerpen
Rabu, 29 Oktober 2014
Fotografi Membawa Cinta
Pertemuan mereka berawal dari mereka memasuki SMA.Diana yang
saat itu menjadi gadis cupu dan siswa baru di suatu sekolah yang ternama dan
Dito yang saat itu menjadi seniornya Diana.Mereka di pertemukan di sebuah komunitas di
sekolah mereka.Namanya komunitas Fotografi
Saat itu Diana bertanya-tanya ke Dito tentang
fotografi.Diana dan Dito memang sama-sama suka fotografi.Sampai seiring
berjalannya waktu tak jarang mereka jalan keluar sekedar mencari view untuk
hunting foto.Disitulah mereka mulai semakin dekat.
“Diana,kamu seneng banget ya bidang fotografi?” tanya Dito
untuk membuka percakapan mereka
“Iya kak,aku seneng banget tentang fotografi.Cuma aku masih
belum punya kameranya sendiri sih?” jawab Diana
“Ooo, la terus selama ini kalau kamu foto-foto pakai kamera
siapa Din?”
“Pinjem temen,kalau nggak gitu pakek hp.Tapi sekarang lagi
proses nabung kok”
“Iya udah nggak apa,nabungnya pelan-pelan aja dulu.Sementara
kamu pakek kamera ku dulu aja”
“Iya,makasih ya kak Dit”
“Kamu mau kemana sekarang? Sibuk nggak?”
“Eeeemmm enggak sih,rencana mau pulang.Emang kenapa kak?”
“Aku ajak kamu jalan-jalan mau nggak? Lagi pengen hunting
nih”
“Iya udah ayok kak”
“Beneran kamu mau ikut?”
“Beneran kamu mau ikut?”
“Iya beneran”
Dito mengajak Diana kesebuah gedung tua.Gedungnya
peninggalan jaman Belanda dan itu masih terawat.Banyak yang melakukan
pemotretan di gedung itu.Tidak hanya gedungnya yang bagus,tetapi juga
pemandangannya di belakang.
“Diana,kamu biasanya kalau foto-foto suka dimana?”
“Dimana aja sih kak,yang penting viewnya bagus.Kan biasanya
bagus jeleknya hasil foto kita itu kan tergantung dari cara kita mainin
kameranya”
“Iya sih Din”
Tak berapa lama kemudian suasana menjadi hening.Dito yang
saat itu mulai nyaman dengan Diana mencoba untuk mengutarakan isi hatinya.
“Diana,ada yang mau aku omongin sama kamu”
“Iya,apa kak?”
“Aku suka sama kamu,aku nyaman sama kamu”
“Oooo,syukurlah kalau kakak nyaman sama aku”
“Kamu peka nggak sih?”
“Apanya kak?”
“Aku pengen kamu jadi pacar aku.Gimana?”
“Apa nggak terlalu cepat kak?”
“iya sih,aku kasih kamu waktu buat mikir dulu,aku tunggu
sesiap mu”
Keadaan semakin hening setelah Dito mengungkapkan
perasaannya.Seiring berjalannya waktu,beberapa lama kemudian Diana akhirnya
memberi jawaban.
Malam minggu Dito mengajak ngedate Diana di sebuah cafe
favorit mereka.Dito masih menunggu jawaban dari Diana meskipun itu sudah
berbulan-bulan.Sampai akhirnya di tempat itu . . . .
“Kakak,setelah aku fikir-fikir dan setelah aku ngejalani
semua ini sama kamu,aku udah mutusin kalau aku ???????”
“Aku apa Din?”
“Aku mau jadi pacar kamu.Aku mau nerima kamu”
“Serius Din?”
“Iya,aku udah mulai nyaman sama kamu.Makasih ya kak,kakak
setia nunggu jawaban dari aku”
“Iya Din,makasih juga ya kamu mau nerima aku”
Malam itu adalah Satnight terindah
Dito.Akhirnya,kesabarannya menunggu jawaban dari Diana selama berbulan-bulan
berbuah hasil juga.
Categories
cerpen
Selasa, 29 Oktober 2013
Cinta Baru
3 tahun sudah Ria menunggu
mantannya.Disaat dia merasa jenuh,mantannya selalu berkata “Sabar,aku masih
sayang kamu kok” sampek akhirnya Ria benar-benar merasa jenuh dan mati
rasa.Bagi dia,semua cowok itu sama Pemberi Harapan Palsu alias PHP.Banyak cowok
yang mencoba untuk mendekati dia dan menjadi pengganti mantannya.Tapi Ria masih
tetap menutup hati.Bahkan rasa trauma dalam dirinya itupun ada.
Ketika itu di sekolahnya Ria ada
acara sekolah.Ria salah satu panitia dari penyelenggara acara tersebut.Hampir
setiap hari para panitia acara berkumpul untuk mempersiapkan semua acara tersebut.Ara
salah satu teman Ria yang tak lain juga salah satu panitia acara tersebut yang
selalu menghibur Ria ketika Ria dalam keterpurukan.
“Ria,kamu kenapa?” sapa Ara
“Eh Ara,aku nggak apa kok.Cuma lagi mikir aja,ini acara di
apain lagi biar kliatan seru dan penontonnya juga tertarik”
“Bener nggak apa?”
“Iya,santai aja lo”
Tiap hari Ara menjadi penghibur
Ria sampai akhirnya Ria menemukan titik kenyamanan.Ria dan Ara saling bertukar
cerita tentang masa lalu mereka.Termasuk mantan mereka.
“Ria,denger-denger kamu dulu pernah pacaran selama 3 tahun
ya?”
“Iya,kamu kok tau?”
“Aku tau dari temen-temenmu.Dan kalau nggak salah mantanmu
itu juga satu sekolah sama kita kan?”
“Iya?Emang kamu tau orangnya yang mana?”
“Tau kok.Mantanmu itu kan beken banget di sekolah”
“Hem,dari SMP dulu dia juga gitu”
“Kalau kamu?gimana?
“Apanya?”
“Ya soal mantanmu”
“Oooo,aku sudahlupain semua tentang mantanku”
“Kenapa?”
“Nggak apa.Aku pulang dulu ya?”
“Ooo iya,hati-hati ya”
Caca sahabat Ria menceritakan
tentang perasaan Ara ke Ria.
“Ria”
“Hei Ca,ada apa?”
“Ada yang mau aku omongin ke kamu nih.Soal Ara”
“Ara?Kenapa dia?”
“Sebenarnya,Ara itu suka sama kamu.Tapi dia nggak enak sama
mantanmu itu”
“Nggak enak kenapa?Kan aku udah nggak sama mantanku lagi”
“Nggak tau?.Kamu sayang nggak sih sama Ara?”
“Banget Ca.Dari sekian cowok yang nyobak buat nggantiin
mantan aku.Cuma dia yang bisa bikin aku nyaman”
“Terus?Ara tau?”
“Belum?Masuk kelas aja yuk?”
“Iya deh”
Saat itu Ria ingin mencoba
memperjelas tentang perasaan Ara ke Ria.
“Ara?Aku boleh tanya?”
“Tanya apa?Tanya aja”
“Caca bilang ke aku.Katanya kamu sayang sama aku?Bener?”
“Emm *hening* , iya.Aku sayang banget sama kamu.Tapi aku
ragu buat miliki kamu”
“Ragu kenapa?”
“Aku nggak enak hati sama mantanmu”
“Emang apa hubungannya kita dengan mantanku?Itu kan udah
jadi masa lalu aku?”
“Ya nggak apa.Emang kamu sayang sama aku ?”
“Iya?”
“Kenapa?”
“Aku ngerasa setiap kamu ada buat aku,nyaman itupun juga ada”
“Sabar ya Ria.Tunggu aku sampai kita lulus nanti”
“Kenapa harus nunggu lulus?Kenapa aku harus nunggu kamu?”
“Aku baru berani memilikimu setelah kamu bener-bener lepas
dari mantanmu.Kalau kita satusekolahan gini,aku ngerasa nggak nyaman dan nggak
enak hati sama mantanmu”
“Baik.Aku akan menunggu.Kalau kita emang jodoh nggak kemana
kok”
“iyaaaa”
Ara dan Ria saling memandang dan
memasang muka senyum.Ria percaya kalau Ara nggak akan meninggalkan dia.Dan Ara
pun dengan sabar meyakinkan Ria kalau dia akan memperjelas hubungan mereka.
Categories
cerpen
Senin, 27 Mei 2013
Pertemuan Singkat
Di persimpangan stasiun itu,untuk kesekian kalinya Kiki menjemput
Rifky pulang.RIfky menunggu Kiky dan menyambut kedatangan Kiky dengan senyuman.Senyuman yang selama ini Kiky
rindukan dan jarang Kiky lihat.Kiky turun dari motor dan pindah posisi ke
belakang.
Selama perjalanan,mereka bercanda gurau seolah-olah mereka ingin
balas dendam dengan waktu dan keadaan
yang memisahkan mereka.Tak ada kata bosan untuk mereka mengobrol dalam
perjalanan mengelilingi kota.
“Seneng ya bisa ketemu aku lagi ?” tanya Rifky dengan ketawa usil
“Huft , mulai deh Grnya” jawab Kiky dengan muka tersipu malu
“Hallah,kalau seneng bilang aja.Muka merah mu kelihatan tuh dari
spion” ketawa usil itulah yang bikin Kiky merindukan Rifky.Menginginkan dia
untuk segera pulang ke kota mereka.
“La kamu sudah tau?ngapain kamu tanyak lagi?hem?” kata Kiky gemas dan mencubit pipinya.
“Ya nggak apa dong.Biar kitanya nggak kaku.Meskipun kita jarang
ketemu kan?Tapi kita harus tetap woles mbak bro” kalimat yang Rifky ucapkan itu
seolah-olah menunjukkan pada Kiky kalau mereka harus merasakan kenyamanan saat
bertemu.
Bermenit-menit mereka jalan-jalan keliling kota dan akhirnya
mereka sampai di rumahnya Rifky.Kiky
turun dari sepeda dan Kiky berpamitan dengan orangtuanya.Saat Kiky hendak
mencium tangan ayah Rifky,tiba-tiba saja ayah Rifky berkata “Kok buru-buru
pulang?Masuk dulu kerumah sana”.Kiky hanya tersenyum dan Rifky tertawa puas
mendengar omongan ayahnya itu yang melarang Kiky untuk segera pulang.
“Kasian.Nggak di bolehin pulang ya sama ayah.Bandel sih kalau di
bilangi?” ejek Rifky
“Emang kamu bilang apa ke aku?” tanya Kiky polos
“Kamu nggak denger apa gimana sih ? Tadi kan aku udah
bilang,mampir dulu kerumah.Pulangnya nanti dulu aja” jelas Rifky
“Tapikan ini udah sore bang?” Kiky mencoba mencari alasan
“Hallah,alasan kamu aja.Biasanya kamukan pulangnya hampir
maghriban”kata Rifky
“Tapikan? . . . .” Kiky masih mencari alasan
“Tapi apa?sudah jangan banyak alasan.Pulang nanti dulu aja
lo.Jarang-jarangkan kamu main kerumah?” Rifky memotong omongan Kiky
“Iya deh iya nurut.Nggak sopan banget sih motong omongan orang?”
gerutu Kiky
“Biarin “ ejek Rifky
Saat mereka sedang asyik ngobrol,tiba-tiba dengar suara ibu ibu
yang memanggil nama Rifky.Yang tak lain suara itu adalah suara ibu Rifky
“Rif,kok baru pulang jam segini?Habis dari mana aja?” tanya ibu
Rifky
Kiky hanya tertawa melihat Rifky yang bingung mencari jawaban yang
tepat untuk ibunya.
“Iya bu.Tadi aku habis beli sesuatu bentar.Jadi pulangnya telat”
alasan Rifky
“Alasan aja” kata ibu Rifky
Rifky hanya tersenyum dan kesal melihat Kiky yang menertawakan dia
karna bingung mencari alasan.
“Sayang,aku kangen” kata rIfky sambil memeluk Kiky erat erat
“Tadinya sih aku kangen.Tapi sekarang udah nggak tuh” kata Kiky
Mendengar pernyataan Kiky yang seperti itu,Rifky kesal dan melepas
pelukannya.
“Kok bisa gitu?” tanya Rifky heran
“La kan udah ketemu bos.Jadi ukuran levelnya itu rendah.Coba kalau
kita jauhan lagi,pasti kangenku ke kamu naik ke level paling atas lagi nih” jawab
Kiky dengan tertawa kecil.Mendengar pernyataan Kiky yang seperti itu,Rifky
mulai paham.
“Hehehe,iya sih?Bisa aja kamu ini” jawab Rifky
“Hehehe.Kamu balik lagi kesana kapan ?” tanya Kiky dengan muka
polos
“Besok lusa non” jawab Rifky
“Kok bentar banget?” tanya lagi Kiky dengan muka cemberut
“La mau gimana lagi?Aku kan pulang kesini bukan untuk liburan?Tapi
harus ada yang aku urus?” Rifky mencoba menjelaskannya
Tiba-tiba saja suasana menjadi hening.Mereka saling bertatap
muka.Melihat muka Rifky yang seperti itu,Kiky merasa bersalah dan dia mencoba
untuk meyakinkan Rifky kalau dia akan baik-baik saja.
“Iya udah deh nggak apa.Liburnya masih lama ya?” Kiky mencoba
untuk tersenyum dan mengajak Rifky tertawa.Dalam hati Kiky berkata “Entah emoticon apa yang harus aku tunjukkan
ke kamu Rif?Aku bingung,aku nggak sanggup nunjukkin ke kamu tentang keadaanku
yang sesungguhnya disini selama kita jauh”
“Heheheh,tau gitu lo.Makasi ya udah mau ngertiin aku?” kata Rifky
sambil memeluk Kiky untuk kesekian kalinya.
“Iya sama sama bos” balas Kiky dengan senyumannya itu.Dalam hati
Rifky pun berkata “Aku tau kamu sulit
untuk melepasku kembali.Tapi aku juga nggak bisa nglakuin apa-apa.Aku harap
kamu tau,semua yang ku lakukan ini untuk masa depan kita”
Hari semakin larut.Kiky pamit untuk pulang.Sebenarnya sih Rifky
nggak ngijinin,tapi mau gimana lagi
“Aku pulang dulu ya” pamit Kiky
“Emm,iya deh.Besok aku main ke rumahmu ya?” pinta Rifky
“Ok.Bye”
Keesokan harinya mereka bertemu lagi.Tapi,kali ini Rifky datang ke
rumah Kiky hanya untuk sebentar.Hanya untuk berpamitan saja.
“Hai sayang” sapa Rifky
“Hai juga,masuk dulu deh” tawar Kiky
“Emm , nggak usah deh.Aku kesini Cuma mau pamitan aja.Aku mau
berangkat sekarang”
“Lo,kok gitu?Katanya besok berangkatnya?” tanya Kiky dengan muka
kesal
“Aku lupa kalau tiketnya hari ini.Lagian kebetulan urusan ku
disini sudah selesai kok” kata Rifky
“Iya udah,hati hati ya” pesan Kiky
Rifky hanya tersenyum dan melambaikan tangan.Kiky tak bisa menahan
tetesan air matanya dengan cepat dia masuk ke rumah.Dia masih belum puas untuk
mengeluarkan semua rasa rindunya ke Rifky.Beberapa menit saat dia merasa
tenang,Kiky mengirim pesan singkat kepada Rifky
“Jujur,aku
kecewa ketika kamu datang ke rumahku hanya untuk berpamitan.Tapi aku juga nggak
bisa apa-apa.Cepat pulang ya . . . Dikota ini aku masih menunggumu pulang.Kota
Kita”
Membaca pesan dari Kiky,Rifky hanya tersenyum.Dalam hati dia
berkata “Tunggu aku pulang
sayang.Secepatnya aku akan kembali untuk kita”
Categories
cerpen
Selasa, 05 Maret 2013
Antara Aku dan Kesibukanmu
Eki dan Rifky adalah sepasang kekasih yang berada dalam
posisi hubungan jarak jauh.Bahasa kerennya sih LDR (Long Distance
Relationship).Mereka terpisah oleh jarak ratusan kilometer.Mereka memang satu
provinsi,tapi mereka berada di kota yang berbeda.
Suatu ketika,Eki dan Rifky sedang berbincang bincang lewat
via telepon.Eki mencoba mengeluhkan semua yang dia rasakan selama mereka
terpisah.Mendengar keluhan itu,Rifky hanya bisa menjadi pendengar yang baik
tanpa bertindak.
“Sayang,lagi apa?” sapa Eki
“Ini lagi ngerjain tugas sayang” tampak suara Rifky dari
sana
“Ngerjain tugas lagi?Sesibuk itukah kamu?” mulai mengeluh
Eki
“Mau gimana lagi?Cuma ini yang aku lakukan selama aku
disini?”
“Ya sudah,lanjutkan dulu tugasmu!”
“Kamu kenapa sayang?”
“Aku nggak apa kok”
“Beneran nggak kenapa-napa?”
“Iya”
“Kamu marah?”
“Nggak”
“Sudah jujur saja”
Mendengar pernyataan itu,Eki hanya bisa terdiam.Dalam hati
dia ingin mengeluh semua rasa kekecewaannya selama ini.Tapi,Eki merasa dia tak
berhak untuk mengeluh di depan Rifky.Eki tau,tujuan utama Rifky disana adalah
menyelesaikan study nya.Tapi hatinya merasa tak dianggap oleh Rifky yang
terlalu sibuk dengan dunia barunya disana.
“Aku marah pun percuma.Aku bisa apa kalau kamu sudah sibuk
dengan tugasmu?Aku ngerasa itu tak ada
gunanya.Dan aku juga nggak berhak buat marah dengan keadaan yang seperti ini”
keluh Eki
“Maafin aku sayang.Maaf kalau selama ini aku jarang
memperhatikanmu.Maaf kalau selama ini aku tak bisa berada di sampingmu secara
nyata”
Mendengar suara Rifky yang merasa bersalah seperti itu,Eki
hanya bisa meneteskan air matanya.Dia tak berdaya . . .
“Ya sudahlah.Mau gimana lagi?”
“Kamu nangis?”
“Nggak kok.Aku kan bukan orang yang cengeng”
Eki mencoba menahan air matanya yang telah menetes dan
membuatnya merasa semakin sesak.Eki mencoba untuk kuat dan tegar di depan
Rifky.Meskipun nyatanya kekecewaannya itu benar benar telah menguasainya.
“Sudahlah,jangan bohong.Aku mengenal mu sudah lama
sayang.Aku tau semua tentang kamu secara luar dalam.Aku kenal betul siapa
kamu?”
“Kalaupun aku menangis?Kamu bisa apa?Kamu nggak bisa apa-apa
kan?Kamu terlalu sibuk dengan dunia baru mu.Sampai akhirnya kamu lupa ada aku
disini”
“Kumohon,jangan buat aku merasa bersalah dan semakin tak
berdaya.Aku tau,aku tak bisa disampingmu secara nyata.Untuk menghapus air
matamu pun aku tak mampu.Aku hanya bisa memelukmu dari kejauhan”
Rifky masih terus mencoba untuk menenangkan dan meyakinkan
Eki,kalau Rifky akan segera menjemput Eki.
“Ya sudah,aku mau istirahat dulu.Aku lelah”
“Ya sudah.Selamat istirahat ya sayangku.Baik-baik ya disana”
“Iya abang”
Dengan cepat,Eki pun segera menutup percakapan itu.Eki masih
terus menangis merasakan rindu yang hanya dia pendam dalam hati.Tiba-tiba
saja,hp-nya bergetar.Terdapat satu pesan yang masuk kedalam inboxnya.
Aku akan segera
kembali menjemputmu sayang.Bersabarlah.Disini aku juga berjuang untuk
kamu,untuk masa depan kita.Aku hanya ingin membuktikan kepada mereka terutama
orang tua mu kalau aku layak disampingmu.Sekali lagi,maafkan aku yang nggak
bisa menggenggam dan memelukmu secara nyata.Hanya dengan cara mendoakanmu lah
aku bisa memelukmu dari sini
Membaca pesan inboxnya itu Eki merasa bersalah,karna dia
mengeluh disaat Rifky berada dalam posisi lelah dengan kesibukannya.Eki
merasa,dia seperti anak kecil.Setelah membaca dan merenungi isi pesan dari
Rifky itu,dia bergegas menarik selimut dan berharap bisa bertemu dengannya dalam
mimpi tidurnya.
Categories
cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)