Kamis, 07 Februari 2019

Ikhlas Yang Teruji

Diposting oleh Kuliner Malang di 05.43 0 komentar


 Beberapa tahun yang lalu, aku pernah bilang sama Alla, “Ya Allah, aku ingin belaajr ikhlas!”. Bukan karena ingin menyombongkan diri kepada Allah atau yang lainnya, tapi karena saat itu aku mengalami beberapa masalah yang bertahun-tahun masih belum aku ikhlaskan. Setelah aku berdoa seperti itu, seketika Allah langsung mengabulkan.

Pertama, aku kehilangan seseorang yang bisa dibilang dia sandaranku. Iya, dia tahu cara buat aku seneng meskipun itu hanya lewat SMS. Aku bahagia saat itu, tapi karena suatu hal akhirnya kita berbeda. Sedih? Jelas aku sedih. Bertahun-tahun bareng sama dia, tiba-tiba ada yang beda.

Kedua, aku merasakan lelah kuliah ditingkat akhirku. Organisasi dan kuliah membuat aku menjadi orang yang sok sibuk parah. Berangkat pagi, pulang malam. Bahkan pernah berangkat pagi, pulang subuh haha. Itu semua demi tugas dan lain-lain. Tapi aku seneng, karena berhubungan dengan mereka yang bisa membuat ku berfikir, “Mereka aja bisa, masak aku gak? Mereka porsinya lebih berat lo”. Oke, saat itu aku masih sanggup. Tapi ketika ngerjain skripsi, disitu semakin parah deritaku selama kuliah haha. Aku harus ngerasain riwa-riwi Malang- Bandung karena pengajuan proposal skripsiku buat penelitian ditolak dimana-mana. Aku down, aku stuck tiga bulan karena belum menemukan objek penelitian skripsi yang baru. Sampai akhirnya aku memutuskan pulang ke Malang (soalnya liburan tahun baru aku gak bisa bilang huhu). Sampai di Malang, aku nyobak lagi ngajuin proposal ke beberapa perusahaan yang berhubungan dengan skripsiku. Menunggu, dan akhirnya ditolak. Itu aku alami tiga kali lebih. Akhirnya, aku nyobak ngajuin ke salah satu koperasi syariah dan langsung di acc. Tahu gitu kan aku dari dulu kesitu aja, hmmm.

Selama di Malang, aku mengalami bisa dibilang keanehan. Pas lagi nganterin undangan temen, aku mampir kesalah satu tempat makan yang biasa aku kesitu. Aku bertemu dengan salah satu cewek yang sedikit aneh. Tiba-tiba dia duduk dan ngajak ngobrol. Awalnya takut sih, soalnya orangnya bener-bener aneh dan sebelumnya aku gak pernah liat dia di daerah situ. Dia menceritakan kehidupannya, mulai dari dia kecil sampai dia sedewasa itu. Aku dengerin semua cerita dia sampai hujan reda. Dari situ aku menyimpulkan sesuatu, “Dia menunjukkan ke aku betapa bersyukurnya dia dan ikhlasnya dia menjalani kehidupannya penuh dengan keterbatasan. Dia menikmati hidupnya dan tidak melupakan penciptanya. Dia bersyukur, makannya dia selalu merasa bahagia”.

Terus, pas aku magang buat penelitian skripsi aku juga bertemu dengan orang-orang yang Masyaa Allah sekali. Ada salah satu bagian dikantor itu tiba-tiba beliau menjelaskan tentang keikhlasan. Sampai beliau mengirimiku chat yang panjang sekali, isinya tentang keikhlasan. Aku menangis, aku menangis bukan karena sedih tapi karena bersyukurnya aku ditemukan dengan orang-orang seperti beliau. Yang sampai sekarang sudah kayak saudara bagiku. Aku juga terharu, Allah begitu baik denganku. Mengabulkan yang aku minta, padahal akunya masih suka seenaknya.

Dan yang terakhir, saat itu aku ditemukan dengan seseorang lagi. Dia baik, sangat baik. Dia juga sabar. Sampai suatu ketika dia ingin silaturahmi kerumah. Ketika aku sudah mengiyakan dan mencritakan ke orang rumah, tiba-tiba orang rumah tidak setuju. Bisa dibilang untuk kesikan kalinya aku harus ikhlas lagi ditinggal sama orang yang seperti dia.

Dan seperti itulah ceritaku tentang keikhlasan ...
Semoga bisa menginpirasi hihi ...

Selasa, 12 Desember 2017

Bandung, Kota Hijrahku

Diposting oleh Kuliner Malang di 08.55 0 komentar
“Hijrah bukan tentang penampilan yang baru, tetapi juga perubahan akhlak untuk menjadi lebih baik lagi” – Aku.
            Agustus 2014 aku pergi ke Bandung untuk melanjutkan kuliahku. Aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung dengan mengambil jurusan Manajemen Bisnis. Banyak yang mengira menjadi perantau itu enak, bebas, dan mandiri. Mandiri, memang. Semenjak itu aku berubah menjadi seorang perempuan yang mandiri. Jika di rumah aku ada fasilitas buat mengurus semuanya, disini aku harus memulainya semua dari  nol. Mengatur uang bulanan, uang kuliah, urusan pribadi, dan masih banyak lagi.
            Selama satu semester itu tak ada yang beda dari ku. Aku masih sama menjadi perempuan yang dulu, masih menjadi seorang anak kecil yang masih belajar tentang hidup. Perubahanku diawali ketika aku bertemu dengan beberapa teman sekolahku. Saat itu aku melihat dia terlihat menarik ketika dia memakai rok yang panjang dan kerudung yang panjang, dalam hatiku bertanya “Gimana ya rasanya? Aku pingin, tapi aku belum siap” gumamku. Kali ini permasalahan niat itu bukan ada di ibuku, tapi ada di diriku. Aku masih terlalu takut untuk memakai kerudung panjang karena aku merasa ilmuku belum mampu dan tingkahku tak se-anggun perempuan yang lain.
            Maret 2014, akhirnya aku beranikan diri untuk memakai kerudung panjang. Saat itu aku belum punya kerudung panjang, jadi  untuk sementara aku memakai kerudung yang ukuran biasa tetapi di double agar terlihat tebal dan panjang. Saat itu aku keluar dari kamar asrama bertemu dengan salah sau temanku yang berkerudung panjang, dia melihat aku dengan senyum dan bilang “Naah, gitu dong. Kelihatan cantik kamu pakek kerudung sama baju kayak gitu”, “Hehe” jawabku.
            Juni 2015, aku datang ke acara buka bersama sekaligus reuni dengan temanku SMP. Kita masih sama, ketawa, mengingat kebiasaan kita di kelas, dan masih banyak lagi. Disela-sela itu ada temenku yang bilang, “Desi, kamu kok jadi gini?”, “Mak, pakaianmu kok ribet banget panjang-panjang”, “Mak, jalan sama kamu berasa jomplang. Kamu pakek kerudung panjang, akunya masih pakek baju lengan pendek”, “Mbak, kamu gak ikut aliran sesat kan?”, dan masih banyak lagi pertanyaan yang mereka bilang ke aku. Aku hanya tersenyum dan bilang “Hehe, aku ya gini sekarang”.

            Memang benar, hijrah itu butuh proses. Semua itu di awali dari rasa kecewa ketika harus kehilangan beberapa teman tapi akhirnya rasa nyaman itu akan ada waktunya. Bandung merubahku. Ketika orang disekitarku takut akan perubahan yang negatif dariku, tapi disini aku menunjukkan, tak semua anak rantau berubah menjadi negatif. Asal memilih teman yang benar, In Shaa Allah jalanmu akan semakin benar.

Jumat, 01 Desember 2017

Ibu, Izinkan Aku Hijrah

Diposting oleh Kuliner Malang di 02.48 0 komentar
"Jangan menunda niat yang memang baik untukmu. Lakukan semampu selebihnya biar Allah SWT yang mengatur jalanmu" - Aku

Keinginanku hijrah sudah ada sejak awal masuk SMP. Saat itu aku bilang ke ibuku "Bu, aku pingin pakek kerudung" dan beliau menjawab "Jangan dulu, kamu masih belum bisa memakainnya sekarang". Ya aku paham apa yang dimaksud ibuku, ibuku hanya tak ingin menyalah gunakan kerudukan untuk menutupi keburukanku.
Beberapa tahun kemudian, keinginanku semakin kuat untuk memakai kerudung dan saat itu aku sudah masuk SMK. Disana banyak sekali perempuan yang memakai kerudung meskipun belum sepenuhnya mereka memakainya. Saat itu aku bertanya kepada salah satu temanku "Aku pingin pakek kerudung, tapi sholatku belum lima waktu, aku udah gak pernah ngaji lagi semenjak SMP, dan aku puasa hanya di bulan Ramadhan. Gimana ya?" tanyaku saat kita hendak sholat di musholla sekolah dan mereka menjawab "Gak apa, teruskan niatmu untuk memakai kerudung. Nanti kamu juga bakalan tau rasanya ketika kamu memakai kerudung tapi tidak sholat dan ngaji, pasti nanti kamu akan merasa malu dengan kerudungmu" jawaban mereka membuatku merenungi setiap kata mereka. Lalu beberapa hari kemudian aku bertanya lagi kepada ibuku "Bu, aku pingin pakek kerudung ya?" dan jawaban beliau masih sama, "Jangan dulu. Perbaiki dulu akhlakmu baru kamu pakek kerudung". Dan untuk kesekian kalinya aku menunda.
Pada akhir November 2013, dengan berbekal niat dan keberanian aku mulai memantapkan diri memakai kerudung. Saat itu aku diam-diam memakainya agar tidak dimarahi ibuku. Aku tau, ibuku masih belum siap menerimaku dengan kerudung baruku maka dari itu aku memakainya pertama kali ketika aku diluar kota. Tepatnya saat aku magang dan merantau untuk pertama kalinya disana. Satu bulan kemudian, aku pulang dengan kerudung baruku dan ibuku terlihat bingung dan sedikit menentang, "Kamu yakin? Kamu siap?" tanyanya ketika dirumah. "Iya bu, aku udah yakin" jawabku. Mendengar jawabanku ibuku masih sedikit ragu untuk menerimanya.
Berbulan-bulan ibuku masih terus  menyinggung kerudung dan tingkahku kepadanya. Memang benar, istiqomah tak semudah memakai kerudung hanya untuk penampilan baru. Perdebatan aku dengan ibuku hampir tiap hari hanya untuk meyakinkan beliau kalau aku mampu memakainya. Alasan ibuku belum setuju salah satunya yaitu ibuku takut aku tidak bisa istiqomah dan merubah akhlakku. Ibuku takut aku tidak bisa mempertanggungjawabkan kerudungku karena tingkahku yang masih belum anggun dan kalem. Dan masih banyak lagi yang membuat ibuku takut.
Agustus 2014, aku pergi ke Bandung. Disana aku diterima disalah satu universitas swasta yang masih satu yayasan dengan sekolahku. Ibuku mengantarkan aku dengan setengah hati karena masih berat untuk melepasku kuliah jauh dari rumah. Lalu? Apakah hijrahku cukup sampai di Malang? Tidak, hijrahku masih berlanjut di Bandung.

Minggu, 03 September 2017

Friendzone

Diposting oleh Kuliner Malang di 10.41 0 komentar

                “Friendzone adalah dimana sepasang orang yang terjebak dalam hubungan yang berada di zona pertemanan.Dimana seseorang tersebut hanya di anggap sebagai teman dan seterusnya akan tetap menjadi teman sampai akhirnya ada yang berani salah satu dari mereka untuk memutuskan menjalin sebuah komitmen yang pasti”
                Sekarangpun Raden dan Rika adalah sepasang orang yang sedang terjebak dalam dunia yang disebut friendzone.Mereka saling kenal sejak SD, bahkan mereka pernah satu bangku.Tanpa mereka sadari, takdir telah membawa mereka untuk menjadi teman sekolah sampai SMA.Mereka masuk di SD yang sama, SMP yang sama, dan SMA yang sama tanpa ada perjanjian.Mereka baru tahu kalau mereka satu sekolah ketika mereka mendapat pengumuman penerimaan murid baru disekolahnya.Raden dan Rika merupakan salah satu murid teladan disekolahnya.Tak heran kalau mereka selalu masuk di sekolah favorit dan selalu menjadi di peringkat yang tertinggi.Entah Raden yang peringkat satu dan Rika peringkat dua seangkatan atau sebaliknya.Mereka sangat populer, tak khayal kalau setiap mereka ulang tahun selalu dapat banyak kado dari teman lawan jenisnya.Tapi tetap saja kado itu tak berarti bagi mereka karena lawan jenisnya itu hanya sebagai teman biasa.
                Mereka memang sudah kenal sejak SD, tapi getaran cinta yang mereka rasakan itu ada sejak SMP.Saat itu, Rika mengalami kecelakaan  yang membuatnya harus dirawat inap di rumah sakit berhari-hari.Separuh wajahnya mengalami luka-luka sehingga bekas lukanya tidak bisa di sembuhkan secara total dan dalam waktu yang singkat.Sejak saat itulah banyak teman lelakinya yang menjauhi mereka karena menurut mereka Rika bukan cewek yang cantik lagi.Berbeda dengan Raden yang setia menjenguk dan merawat Rika dengan telaten saat Rika dalam kondisi sakit.Orang tua mereka memang sangat dekat, sehingga sudah biasa kalau Raden keluar masuk rumah Rika dengan bebas begitupun sebaliknya.Sejak saat itulah Rika merasakan getaran cinta dan detakan jantung yang kuat terhadap Raden.
                Kring ... kring ... kring ...
                Bel masuk sekolah sudah bunyi.Itu pertanda pelajaran Bu Putri akan segera berlangsung.Bu Putri adalah guru Bahasa Inggris yang killer.Tak tanggung-tanggung dia memberi nilai kepada muridnya dengan nilai yang jelek.Terutama pada anak yang bandel dan susah diatur.Pelajaran dimulai dan seperti biasanya Rika duduk di depan dan Raden dibelakang Rika.
“Anak-anak, sekarang buka buku halaman seratus tentang Simple Past Tense” teriank Bu Putri dengan suara yang melengking.Rika dan Raden memandang Bu Putri dengan perasaan yang bosan selama pelajaran itu berlangsung.
                Pelajaran sudah berlangsung dua jam, itu berarti jam pelajaran Bahasa Inggris sudah selesai.Seusai pelajaran selesai, Raden mengantar Rika ketempat kerjanya.Rika merupakan salah satu siswa yang ambil kerja part time untuk menambah uang jajannya dia.
“Rik, yuk aku anter” tawar Raden
“Yuk Den. Eh bentar, ada yang ketinggalan.Bentar ya aku ke kelas dulu” jawab Ri
“Oke Rik, aku tunggu di parkiran yak” Raden pamit ke parkiran lebih dulu untuk mengambil motornya.Rikapun segera menemui Raden setelah kembali ke kelasnya.
                Jarak dari sekolah ke tempat kerja part time Rika emang gak jauh.Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk sampai sana dengan naik motor.
“Rik, entar pulang jam berapa? Aku jemput ya?” tanya Raden sekaligus menawarkan jemputa kepada Rika
“Hem gak usah Den. Entar aku bareng aja sama Shanti.Kan rumah kita juga sejalan.Entar kasian kamunya bolak balik nganterin dan ngejemput aku
“Oh, ya udah.Entar kalau udah sampek rumah kabari ya” balas Raden dengan senyumannya yang manis itu
                Sebenarnya Raden tahu jam pulang kerja part timenya Rika.Untuk memastikan apakah Rika udah sampai belum dirumahnya, Raden menunggu Rika didepan rumahnya.Sesampainya Rika di depan rumah, Raden terkejut karena melihat Rika berboncengan dengan Riko.Riko adalah salah satu teman kerja Rika.Raden juga tahu kalau Riko menyukai Rika, hanya saja Rika tetap menganggap Riko sebagai teman biasa tanpa ada perasaan apapun.
“Eh Rik, udah dateng” sapa Raden dengan muka kecewa dan sesak.Raden juga tahu, kalau Rika hanya menganggap Riko sebagai teman.Tapi tetap saja, menurut Raden setangguh-tangguhnya seorang cewek menutup hati, pasti akan luluh terhadap lelaki yang selalu ada untuknya.
“Iya Den.Kamu ngapain ada di depan rumah.Masuk yuk” tawar Rika dengan muka bersalah karena takut Raden salah paham akan kejadian itu.
“Oh, gak usah Rik.Aku mau pulang.Aku barusan habis dari rumah temen, jadi sekalian mampir aja kesini” balas Raden dengan nada bingung mencari alasan agar Rika tidak curiga dengan sikapnya barusan.
“Rik, aku balik juga ya.Udah malem juga.Kamu buruan istirahat, besok sekolah masuk pagi kan?” tepis Riko sekalian untuk pamit pulang ke Rika
“Oh, iya Rik, Den.Hati-hati ya kalian” jawab Rika sekalian melambaikan tangan kepada keduanya
                Semenjak kejadian itu, Raden memilih jauh dari Rika untuk beberapa saat hanya untuk menata hatinya yang mulai takut kehilangan Rika.”Sebenernya, ngapain juga aku kayak gini? Punya hak apa aku seperti ini ke Rika?Aku hanya temannya Rika, dan selamanya akan menjadi teman” Gumam Raden.Rikapun merasa ada yang aneh dari Raden.Tidak hanya aneh, tapi juga merasa sepi.Sepi karena orang yang dia sayang tiba-tiba pergi dan cuek begitu saja.
                Kring ... Kring ... Kring ...
                Bel bunyi sebanyak tiga kali, itu pertanda jam sekolah telah selesai dan murid-murid langsung bergegas pergi untuk meninggalkan kelas.Saat itu, Rika memberanikan diri kepada Raden tentang apa yang sedang terjadi diantara mereka.Rika menarik tangan Raden dan berjalan mengarah pada lobby sekolah.
“Den, kamu kenapa? Kamu kok akhir-akhir ini aneh?” tanya Rika dengan tatapan mata yang penuh harap kepada Raden
“Hem, gpp Rik.Aku ... Aku cuma lagi sibuk aja” jawab Raden dengan kepala menunduk
“Bohong” bentak Rika karena sudah tidak tahan dengan sikap Raden
“Bagaimana kalau kamu tahu yang sesungguhnya? Perasaanku selama ini ke kamu? Sikapku selama ini ke kamu? Apa kamu bakalan menjauh dari ku gara-gara aku menyukaimu.Aku hanya tidak mau perasaan yang sudah kusimpan hampir sepuluh tahun merusak kedekatan kita begitu saja.Masih belum waktunya Rik” Raden merasakan perang batin yang amat besar.Dia bingung mencari alasan agar Rika tidak mengetahui perasaan yang sudah dia pendam selama ini
“Den! Jawab!” nada Rika semakin tinggi sehingga merusak lamunan Raden
“Hem, iya.Ya udah, hari ini kamu libur kerja kan? Aku anter pulang kerumah aja ya?” Raden berusaha mengalihkan topik pembicaraan.Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada Rika yang entah itu akan menjadi happy ending or sad ending?.

“Hem” Rika menganggukkan kepala pertanda kalau dia setuju ajakan Raden.Mereka menuju parkiran.
                “Raden? Apa kamu cemburu dengan kejadian tempo hari itu? Tapi, tapi kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenernya? Apa itu hanya aku saja yang merasakan ini? Jika memang itu perasaan ku saja, apa maksud sikap kamu selama ini ke aku? Teman? Ah sudahlah, yang penting kamu sudah baikan dengan ku Den” Rikapun juga merasakan perang batin yang hebat.Dia malu untuk mengatakan perasaannya yang sesungguhnya kepada Raden.
“Udah sampai nih” kata Raden sambil membuyarkan lamunan mereka
“Hem, iya.Makasih ya.Mau masuk dulu gak?” tawar Rika
“Oh, lain kali aja ya? Aku mau nganterin mama pergi dulu.Aku langsung balik ya Rik” jawab Raden sekalian pamit
“Oh, ya udah.Ati ati ya. Salam buat tante” kata Rika sambil melambaikan tangan ke Raden
               Rik, hampir sepuluh tahun aku nunggu.Dan aku masih nunggu seperti biasa.Hampir sepuluh tahun kita seperti ini, tapi aku masih saja gak berani untuk memulai.Selama perjalanan Raden melamun.Dia masih memikirkan perasaannya ke Rika yang hampir sepuluh tahun gak berani dia omongin.


Bersambung . . .

Senin, 17 April 2017

Hijrah Ku, Hijrah Mu

Diposting oleh Kuliner Malang di 09.50 0 komentar
Saat itu pagi-pagi sebelum kelas aku diajak berbicara dengan salah temen ku namanya Icha.Dia cantik, baik, dia anak Sunda.Mungkin kalau awal orang melihat dia pasti orang akan berfikir kalau dia adalah orang terjutek, tapi jika saja mereka mau mendekati dia leih dalam lagi dia perempuan segalanya.

Awalnya yang kita obrolin biasa, masalah kuliah pastinya sampai akhirnya dia bertanya
"Desi, kamu kok bisa sampai sini?" katanya . Dan aku belum paham maksud pertanyaan dia tadi itu apa?
"Maksudnya Ca?'kataku berbalik tanya
"Iya, kamu kok bisa memakai pakaian dan kerudung seperti ini? Udah berapa lama emangnya?" jelasnya
"Aku udah dua tahun Ca pakai kerudung, tapi kalau sampai kayak gini baru setahun aku merubah dirinya" kataku dengan senyum lebar
"Bisanya? Gimana caranya?" tanyanya lagi
"Emmm, gimana ya? Awalnya sih gara-gara aku sering kumpul sama temen sekolahku yang memakai kerudung panjang.Gak tau kenapa rasanya aku juga pingin kayak gitu.Tuntutan hati kalik ya?" akupun menjelaskannya
"Aku pingin kayak gini, tapi aku belum siap.Soalnya aku masih biasa dengan keseharianku yang sekarang.Mamaku sih udah nyuruh, cuma aku jawab "iya mah"" katanya
"Sebenernya masalah kerudung itu masalah kemantapan hati.Bukan karena suruhan atau paksaan dari orang lain.Bersyukurlah ketika Mama mu membuka kan pintu lebar buat kamu hijrah, beda sama aku"
"Emang kamu gimana Des? Susah ya? Ribet ya?"
"Susah sih enggak Ca, tapi memang ada salah satu keluargaku yang masih melarangku memakai kerudung, tapi aku tidak dengerin, aku lebih nurutin hati.Meskipun sebenernya semua itu gak sinkron"
"Oh iya? Tapi aku masih malu mau pakek.Aku pingin pakek, tapi ada beberapa temenku yang bilang gak pantes" tanya Icha
"Ya itu sih tergantung orang nya emang gimana tanggapannya pas temennya ngomong kek gitu.Aku dulu juga sama kamu, malah lebih parah dari kamu.Tapi aku masih mencoba"
"Ribet gak sih?"
"In Shaa Allah, asal kamu niat itu gak bakal kerasa ribet.Yang ada kamu bakal lebih adem meskipun kerudung yang kamu pakai berlapis-lapis"

Dan saat itu dia berfikir, semenjak itu pula aku nyaman buat ngobrol sama dia.Bagiku, setiap orang mempunyai cerita masing-masing tentang hijrahnya mereka.Mungkin saat ini orang akan berfikir "Nanti" namun dengan kekuasaan-Nya secepat mungkin dia akan memulai "Lillahhi Ta'ala" ~

Selasa, 04 April 2017

Apa Kabarmu (Hati) ?

Diposting oleh Kuliner Malang di 08.04 0 komentar
Assalammualaikum hati,
Apa kabarmu hari ini ? Masih kuatkah imanmu hari ini?
Masih baik-baik saja kah kamu hari ini?
Apakah masih perang batin untuk melawan rindu?

Hati,
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu rindukan?
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu dekati?
Dan masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu harapkan?
Iya, Rabb-mu lah yang harus kamu rindukan
Rabb-mu lah yang harus kamu dekati
Dan Rabb-mu lah yang harus kamu harapkan

Hati,
Bukan maksud raga ini untuk memaksamu berhenti melawan rindu
Berhenti melangkah mendekatinya
Berhenti terus mengharapkan dia

Hati,
Bukankah Dia (Rabb-mu) lebih baik dari dia?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang tak akan mengecewakan mu?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang selalu mendekatimu?

Hati,
Cukuplah kamu mengharapkan Dia (Rabb-mu)
Cukuplah kamu mendekati Dia (Rabb-mu)
Dan cukuplah kamu merindukan Dia (Rabb-mu)
Karena Dia (Rabb-mu) adalah Maha yang membolak-balikkan hati
Karena Dia (Rabb-mu) adalah tempat dari segala tempat

Hati,
Semoga kamu terjaga sampai akhirnya Dia (Rabb-mu) mendekatkan dia untukmu
Dia yang entah siapa itu?
Dia yang entah bagaimana rupanya itu?

Hati, bersabarlah
Karena bahagiamu saat ini sedang ditata oleh Dia (Rabb-mu)

Minggu, 16 Oktober 2016

Your Screet Admirer

Diposting oleh Kuliner Malang di 07.58 0 komentar
Meski kau takkan pernah tau
Ketulusan hatiku ini
Biar ku simpan dalam mimpi

Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu.Aku melihatmu tapi kamu sibuk dengan duniamu.Aku juga lupa bagaimana bisa aku mengagumimu?Bagiku mengagumimu terkadang gak butuh alasan yang jelas.Saat itu,kamu berjalan didepanku dengan tampang yang biasa tak ada yang istimewa.Dalam hatiku "cakep ya?" iya,cakep emang,mungkin itu awal aku mengagumimu.Lalu saat itu waktu berpihak denganku untuk bisa menyapamu meskipun itu hanya sekedar "mas" lalu kamu memberiku senyuman yang terlihat tulus dan akupun semakin mengagumimu.
Berjalannya waktu,kamu menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang.Banyak perempuan dan seketika nyaliku turun.Jangankan menegurmu dan menyapamu "mas" untuk melihat ke arahmu saja aku harus mencuri-curi agar aku bisa lebih lama melihatmu.Teman-temanku yang saat itu gemes dengan tingkahku,mereka memaksaku untuk menegurmu dan memulai dulu,tapi sekali lagi aku gak berani.
Dalam hati ingin sekali menyapamu dan berfoto denganmu,tapi apa daya semua itu hanya ekspektasi yang sulit untuk dijadikan nyata.Dan beruntungnya aku yang sampai saat ini masih menikmati peranku sebagai pengagum rahasiamu entah sampai kapan dan akan berhenti dimana?

Apalah arti seorang pengagum rahasia yang hanya bisa melihat dari jauh dan mendoakan dalam diam. sekali ketemu bisa bahagia,sekali ngobrol bisa seneng nya gak karuan ...

Selasa, 17 Mei 2016

Hijrah-ku

Diposting oleh Kuliner Malang di 11.24 1 komentar
Dulu aku memang enggan untuk melangkah mendekati-Mu.Membicarakan-Mu pun aku menolak.Tapi dengan kebesaran-Mu,Engkau merangkulku untuk mendekati-Mu

Untuk mu teman-temanku,
          Masih teringat jelas saat itu,saat kita sudah mulai untuk menata masa depan setelah lulus SMK.Semua masih berjalan normal,kita main,kita kumpul,kita sharing.Sempat ada yang tanya dari kalian "Mak,kamu habis ini mau lanjut kemana? Kuliah apa kerja?" Aku diam dan mikir,lalu aku menjawab "Belum tau" karna saat itu aku memang masih belum tau akan masa depan ku.Aku sering merasakan ke gagalan berkali-kali.Jatuh pu berkali-kali.
         Berapa hari kemudian...
         Tanpa ada angin,tanpa ada hujan aku memberi kabar yang bisa dibilang menyakiti hati mereka "Aku keterima kuliah di Bandung" suasana menjadi hening.Temen-temenku yang tadinya ketawa langsung diam ketika mendengar kabar itu.Ada yang bilang "Mak,kamu kok tega ya? Gak ada kabar mau lanjut kemana? Setiap di tanyain pasti jawabannya belum tau.Tiba-tiba pas kumpul kamu bilang "Aku keterima kuliah di Bandung" terus kita harus ngomong apa?".Dan saat itu pun aku juga melihat ke arah seorang laki-laki yang pernah menjadi apapun buat aku,menjadi orang yang paling aku sayang.Saat itu laki-laki itu berkata "Aku pulang,kamu pergi.Aku minta ketemu sampai sekarang kita belum ketemu.Sekali ketemu kamu bilang seperti itu,sakit hati ku Yank".Aku diam,aku hanya diam dan diam."Mendingan kita putus aja" lanjutnya.Dan mendengar pernyataan itu aku semakin terdiam dan menunduk. 
          Aku berangkat.Semuanya masih berjalan biasa.Satu tahun kemudian aku pulang.Aku kumpul lagi dengan mereka.Saat itu diantara mereka ada yang bingung lihat perubahanku.Lalu mereka bertanya "Mak,kamu kenapa?" lalu aku pun berbalik tanya "Emang aku kenapa?" dan mereka masih bingung.Mungkin diantara kalian masih ada yang belum bisa menerima keadaan ku. Aku memilih merantau keluar kota,tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu dengan kalian.Tiba tiba saja aku pamit setelah semua proses selesai.Lalu aku pulang menemui kalian dengan keadaan yang seperti ini.Datang dengan baju yg ribet,serba panjang,seperti emak emak,tak lagi modis,bahkan aku cenderung diam tak serame dulu.
         Saat kita kumpul,ada beberapa temanku yang bertanya "apa kamu gak risih di katain emak emak? Apa kamu gak risih memakai baju yang sebesar itu? Apa kamu gak risih memakai jilbab yang selebar itu?" Dan aku menjawab "jika mereka menganggap ku seperti emak emak,tidak apa.bagi ku itu adalah godaan.risih? Awal nya memang iya.tapi seiring berjalannya waktu,semua berlalu begitu saja" mereka pun cuma bisa terdiam dan memandang ku heran.Bahkan ada saat itu salah satu temen ku bertanya "Mbak,kamu gak ikut aliran sesat kan?" aku hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan itu.

          Sebenarnya tak ada yg terjadi apa apa dengan ku.Tak ada yang merubah ku menjadi orang lain,menjadi orang yang tak kalian kenal seperti dulu.Jangan lihat lebar nya kain yang menutupi kepalaku.Jangan lihat pakaian yang memanjang yang sedang aku pakai.Jangan lihat sikap ku yang tiba tiba pendiam.Karna sesungguhnya apa yang aku jalani tak semudah dengan apa yang kalian lihat.Sebenarnya aku pun masih sama seperti kalian.Masih merangkak untuk menuju Rahmat-Nya .


        Saat itu aku menyadari,aku tidak akan bisa seperti ini tanpa ada campur tangan Allah SWT.Maaf jika hijrahku mengganggu kalian.Suatu saat kalian pasti akan mengerti apa yang aku jalani saat ini.

Senin, 16 Mei 2016

Malang-Bandung

Diposting oleh Kuliner Malang di 03.24 0 komentar

Menjadi anak rantau itu pilihan.Dari dulu aku memang punya keinginan untuk merantau keluar kota.Dan akhirnya tersampai juga.Ini bukan pertama kalinya aku merantau dan Bandung bukan kota pertama yang menjadi tempat rantauan ku.Ini kedua kalinya aku merantau.
Sering aku ditanya kenapa kok aku tidak kuliah di Malang? Di salah satu Universitas favourite yang ada di Malang? Aku hanya menggeleng kepala karena memang aku tidak ada keinginan untuk kuliah di Malang.Pertanyaan kedua adalah jadi anak rantau itu enak gak sih? Jadi anak rantau itu susah susah gampang.Bebas,iya memang bebas.Kita bebas mau pergi sama siapa? kemana? berangkat jam berapa? pulang jam berapa?.Tapi ada tanggung jawab yang saat itu emang sedang di tanggung oleh anak rantau.Nilai kuliah? Keberhasilan? Wisuda? Masih banyak hal lagi yang harus di pikirkan oleh anak rantau.Kalau pulang malem,main,dan sebagainya itu hanya hiburan anak rantau untuk mengisi kekosongan waktu dan menghilangkan jenuh karena segala penat selama di tempat rantau.

Merantaulah, maka kamu akan tau rasanya menahan rindu. Kamu akan tau sedih nya perpisahan.Merantaulah,maka kamu akan tau apa yang harus kamu perjuangkan sampai kamu menemukan titik sukses.Merantaulah,maka yang kamu rasakan hanyalah ingin pulang. Kamu akan tau mahalnya untuk bisa bertemu dengan keluarga dan temanmu.
Merantaulah,agar kamu merasakan pulang ke rumah adalah rezeki.

Kamis, 05 November 2015

Kamu

Diposting oleh Kuliner Malang di 15.18 0 komentar

Ku harap kau tau bahwa ku terinspirasi hatimu
ku tak harus memiliki mu
tapi boleh kah ku selalu didekatmu - Raisa

Aku hanya berani menyebutnya “Kamu”.Kamu seseorang yang masih aku kagumi dari awal aku kuliah.Kamu orang yang aku kagumi sampai akhirnya menjadi inspirasi di setiap tulisan ku.Kamu seseorang yang terlihat begitu hebat dimataku,dimata wanita lain.
Aku mengagumi mu bukan karena kamu tampan.Bukan karena kamu orang yang terkenal.Tapi aku mengagumi mu karena kamu memiliki pemikiran yang beda dari yang lain.
Kamu seseorang yang hanya berani aku sebut dalam doa.Kamu seseorang yang hanya berani aku sapa lewat tulisan.Hmmm,segitu kecilkah nyaliku? Terkadang bibir ini iri dengan mata,karena aku hanya bisa melihat tapi tak ada nyali untuk menyapa.Meskipun itu hanya sekedar say “hai”.Aku sudah mencoba,bahkan berulang kali aku mencoba.Tapi entah mengapa menyapamu begitu berat.Aku hanya bisa mencuri-curi pandang ketika seisi ruang gelap,ketika jarak aku dan kamu jauh,ketika kamu sibuk memandang yang lain.Aku hanya berani bercerita tentang mu kepada Rabb-ku.
Aku pernah mengagumi seseorang,tapi tak seindah ini.Sungguh tak seindah ini.Kalau dulu aku berani menyapa mereka ,tapi kali ini? Kepadamu aku tak berani menyapa.Aku lebih memilih untuk diam.Diam memandang mu.Diam mendoakan mu.Diam ketika aku mengagumi mu.Terkadang aku pun iri dengan mereka yang bisa dekat denganmu.Dengan mereka yang berani mencoba untuk mengenal mu secara lebih.Sedangkan aku? Sungguh aku tak berani sedikit pun untuk menyapa dan mendekatimu.Entah kenapa? Mungkin karena aku takut semuanya rusak ketika kamu tau.Mungkin karena aku takut kamu lah penyebab di setiap kecewa ku.Mungkin karena aku takut takut kehilanganmu.Entahlah ~
Kamu,seseorang yang hanya berani ku sebut dalam doa dan tulisanku.Baik-baik lah kamu disana.Aku sudah memasrahkan semuanya kepada Rabb-ku.Aku lebih memilih Rabb-ku yang mendekatkan aku dan kamu dari pada aku sendiri yang mendekatimu.Kamu seseorang yang hanya berani kusebut dalam doa dan tulisanku.Jika memang aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk dekat,aku hanya bisa berharap kelak wanita yang mendampingimu dalah wanita yang mau menerima kekurangan dan kelebihanmu.Ada saat kamu dalam keadaan susah maupun bahagia.Kamu yang hanya berani kusebut dalam doa dan tulisanku.Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk muJ


-Wanita Yang Mengagumi mu Dalam Diam-

Senin, 14 September 2015

Untukmu Masa Laluku

Diposting oleh Kuliner Malang di 09.10 0 komentar
Hai Masa Laluku
Tenang saja,aku tak akan lagi mengganggu kesibukanmu seperti dulu.Tak akan lagi menanyakan "apakah kamu sudah makan apa belum?" "Bagaimana dengan sekolah mu hari ini?" "Hal apa saja yang sudah kamu lakukan hari ini" "Bolehkah aku meminta waktumu sebentar? Untuk sekedar mendengarkan ceritaku yang pasti menurutmu itu gak penting"
Sekarang pun kita sudah memiliki jalan masing-masing.Kamu dengan dunia mu yang baru bersama dengan dia.Orang baru yang menggantikan aku.Aku lihat kamu sudah bahagia ketika dengan bersamanya.Dan saat itulah aku berfikir melepaskan mu secara perlahan itu adalah pilihan yang tepat.
Hai Masa Laluku
Sungguh,melepasmu itu bukan hal yang mudah.Butuh proses yang sulit dan panjang untuk ku melepasmu.Bersama dengan wanita baru yang kelak akan menemanimu disaat suka maupun duku.Aku berharap dia lebih baik dari aku.Tak lagi merengek,lebih bisa mengerti keadaanmu,yang mau mendengarkanmu ceritamu ketika kamu mulai lelah dengan segala tugasmu.
Hai Masa Laluku
Terimakasih kamu sudah mengajariku tentang semua.Menjadi seorang wanita yang kuat.Tak mudah merengek dan cengeng ketika masalah terus menerus datang.Terimakasih kamu sudah pernah menjadi apapun untukku.Mulai dari kakak,teman curhat,ayah dan segala hal.
Hai Masa Laluku
Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu yang baru.Tanpa aku.

Tertanda
Masa Lalumu 

Minggu, 22 Februari 2015

Aku Tau dan Aku Cukup Tau

Diposting oleh Kuliner Malang di 01.19 0 komentar
Aku mengenalmu sudah lama.Aku tau apa,bagaimana dan siapa kamu?.Aku tau apa pun yang pernah kamu sembunyikan ke aku.Dari hal yang paling kecil hingga hal yang serius pun.Aku akui,dulu aku pernah melakukan hal yang sangat bodoh.Mempertahankan seorang laki-laki yang hanya kasihan dengan keadaan ku.Kasihan karena aku telah lama menunggunya.Hingga aku lupa akan semua kesalahannya.
Sudah banyak bukti aku tlah salah mempertahankan orang yang salah.Tapi aku masih kukuh untuk mempertahankannya.Aku menutup telinga ku dari omongan teman-teman ku tentang kelakuannya.Aku tutup mata ku dari bukti yang sudah jelas di depan mata.Dan aku pun masih ikhlas untuk memaafkannya.Bahkan aku menganggap nggak ada hal yang janggal dihubungan ini.Aku pura-pura nggak tau apa yang sudah kamu lakukan di belakangku.
Sakit itu masih ada dan luka itu masih membekas.Sakit dan luka itu ada bukan karena kamu bersama yang lain sekarang.Tapi karna aku teringat apa dan siapa kita dulu.Ketika kamu susah,aku lah penyemangatmu,ketika kamu bingung,aku lah tempat curhatmu.Ketika kamu sedih,aku lah pundakmu.Tapi itu dulu...
Sekarang?Aku merasa asing dengan kita yang dulu.Dulu aku yang berhak untuk kamu nomer satu kan,sekarang aku hanya bisa tersenyum ketika kamu nomer sekiankan.Aku tau,kita yang sekarang sudah berbeda.Kamu bersama dengan yang baru dan aku masih sendiri.
Masih teringat ketika kamu berkata "Aku sudah nyaman dengan yang sekarang" aku hanya bisa tersenyum.Dalam hati aku berkata "Aku bisa apa ketika kamu sudah nyaman dengan yang sekarang?Apa aku harus merebutmu kembali?Terlalu bodoh buat aku lakukan.Terlalu naif jika aku mengambil keputusan yang konyol itu" dan lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum dan mendoakan mu agar kesalahan yang sama tidak terjadi dengan hubungan yang saat ini.
Mulut memang mudah untuk mengatakan "Aku mengikhlaskanmu dengan yang lain.Dengan siapaun itu.Dan aku nggak peduli" tapi nyatanya? Mengikhlaskan mu dan melepasmu itu membutuhkan waktu yang lama.

Minggu, 15 Februari 2015

Luka Lama

Diposting oleh Kuliner Malang di 02.26 0 komentar
Maaf sebelumnya kalau aku spam.Maaf sebelumnya kalau aku terlalu berlebihan.Aku tau,aku hanya seorang cewek yang suka mendrama.Aku tau,aku hanya seorang cewek yang labil yang hanya bisa mengungkapkan semua apa yang aku rasakan lewat tulisan.
Aku kira dulu aku hanya bermimpi buruk ketika aku kehilangan mu.Aku kira dulu kamu hanya bercanda ketika kamu bilang "Semuanya cukup sampai disini.Dan sekarang kamu bebas untuk berbuat apa pun.Tanpa harus ada kekangan atau tuntutan dari aku".Seiring berjalannya waktu,kamu datang membuat ku seolah berarti buat kamu.Lalu dengan cepat kamu pergi lagi seolah aku tak ada arti lagi buat kamu.Seolah olah olah hati ini kamu anggap layangan yang bisa kamu tarik ulur sesuka hatimu.
Ketika aku bertanya pada mereka,disebut apa ini? dan mereka menjawab,ini luka lama.Iya,luka lama yang belum sempat terobati dan masih membekas.Luka lama yang masih menyisakan goresan demi goresan.
Setelah kamu pergi,kamu datang lagi menggandeng seorang cewek yang aku kira itu saudara mu.Dengan lantang kamu berkata,"Kenalkan,ini pacar baru ku.Penggantimu disampingku.Penggantimu untuk masa depanku." .Lalu aku hanya terdiam.Kita pun saling bepandangan.Dengan terbata-bata aku berkata "Ooooo,ini perempuan yang kamu jadi kan penggantiku dimasa depanmu? Dia cantik,cocok buat kamu.Sesuai dengan apa yang kamu minta.Selamat ya,baik-baik sama dia dan jaga dia.Jangan sampai kesalahan yang sama dengan ku terulang lagi" Aku membalas apa yang sudah kamu lakukan tadi dengan senyuman.Lalu aku pergi dengan wajah yang masih tersenyum.Dengan tanpa dosa kamu bertanya "Kamu baik-baik saja?" pertanyaan bodohlah yang aku dengar dari mulut mu.Dalam hati aku berkata "Wanita mana yang tak sakit hati ketika seorang lelaki yang sudah dianggap seperti pahlawan dan malaikat untuknya ternyata malah datang berbalik menyakitinya?" Tapi bodohnya aku,aku masih berkata "Aku baik-baik saja kok.Seperti yang kamu lihat.Sekarang tugas aku untuk menjagamu sudah selesaikan?Ada baiknya aku pergi dari mu".
Dan sejak itu aku berharap tak akan ada lagi pertemuan yang sama dan luka yang sama.Aku menyayangimu dengan ikhlas maka aku juga harus melepaskanmu dengan ikhlas juga.

Jumat, 21 November 2014

Pergi Untuk Kembali,Kembali Untuk Pisah

Diposting oleh Kuliner Malang di 09.34 0 komentar
Long Distance Relationship atau LDR memang hal yang sangat sulit untuk dijalani.Bahkan bisa dibilang kalau itu hal yang membosankan.Menunggu yang nggak pasti,menahan rindu,menahan emosi ketika dia tak ada waktu untuk menemani.
Bertahun-tahun Laras dan Dani menjalani LDR.Berharap akan ada hal yang indah nantinya.Berharap akan ada pelangi setelah hujan.Namun harapan mereka ternyata salah.Mimpi mereka untuk saling menggenggam tangan dalam nyata itu hanya palsu.Hanya sekedar di angan.
Saat itu,menjelang LDR terakhir mereka,Laras kembali ke Bandung setelah dia menyelesaikan kuliahnya di Semarang.Berharap dia akan bertemu dengan Dani.Laras pulang sambil menunggu panggilan kerja dari Surabaya.Dani pun setelah kuliah,dia sudah mendapatkan kerja terlebih dahulu di Bandung.
Laras yang saat itu ingin bertemu dengan Dani,harus tertunda,tertunda dan tertunda.Kerjaan Dani yang tak bisa ditinggal,membuat Laras semakin jenuh untuk menunggu.Sampai akhirnya,laras benar-benar berada sudah berada dititik jenuh.
"Dan,aku pengen kita ketemu.Besok yuk?Besok kan hari libur"
"Iya ayuk,besok aku ya lagi free nggak ada piket di kantor"
"Mau pergi kemana?Aku pengennya ke kawah putih"
"Iya ayuk,bisa aku jemput jam 10 ya?"
"Oke"
"Ya udah,aku mau pulang dulu.Udah malem juga kan"
"Iya Dan,hati-hati ya"
Dani pergi dan membelakangi Laras.Laras yang saat itu mengantar Dani keluar rumah menunggu Dani benar-benar hilang dari pandangannya.Laras bahagia,akhirnya selama bertahun-tahun LDR dia bisa jalan dengan Dani selayaknya orang yang pacaran pada umumnya.Keesokan harinya...
"Dan,jadi kan jam 10?"
"Maaf Ras,ada acara keluarga mendadak.Nggak apa kan di tunda minggu depan?"
"Iya udah deh nggak apa.Have fun ya"
"Iya,makasih ya Ras pengertiannya"
"Iya Dan,kembali kasih"
Laras yang saat itu menahan kecewa berusaha tersenyum ketika Dani membatalkan pertemuan mereka.Saat itu Laras berfikir positif,dia bisa mengerti.Minggu depannya...
"Jadi kan ke Kawah Putihnya?"
"Maaf ya nggak jadi lagi,atasan ku tiba-tiba ngasih jadwal piket besok di kantor"
Laras sudah tak bisa menahan kecewa dan amarahnya lagi.Dia benar-benar marah ke Dani.
"Dani,aku hanya meminta waktumu sebentar untuk bertemu.Tapi kamu selalu aja alasan buat batalin ketemuan kita"
"Maaf Ras,bukannya aku nggak mau keluar dan ketemu sama kamu,tapi ini emang nggak bisa ditinggal"
"Ya udah,gini aja.Dari pada kita tengkar terus,bikin kitanya juga sama-sama sakit,mending kita putus aja"
"Maksudmu?"
Ya kita putus.Kita sendiri-sendiri aja dulu"
"Laras,kamu nggak bercanda kan?Kita ngejalani hubungan ini nggak mudah lo"
"Iya aku tau.Kalau kita emang jodoh,kita pasti bareng lagi kok"
"Ras,aku nggak mau"
"Maaf,aku rasa ini yang terbaik buat kita"
Satu bulan setelah mereka putus,Laras mendapat panggilan kerja dari Surabaya.Sebelum Laras pergi,untuk terakhir kalinya Laras bertemu dengan Dani.
"Dani,aku udah ketrima kerja di Surabaya"
"Iya?Selamat ya.Akhirnya apa yang kamu impikan kesampaian juga"
"Iya makasih.Besok lusa aku harus berangkat.Ada yang mau aku omongin sama kamu"
"Iya,silahkan ngomong aja"
"Aku emang sayang sama kamu.Sampai sekarang pun aku masih sayang.Tapi aku takit buat balik sama kamu.Aku takut kesalahan yang sama akan terulang lagi"
"Iya,aku ngerti kok.Kalau emang ini yang terbaik buat kita,buat aku dan kamu,lakukanlah Ras"
"Iya,makasih"
"Hati-hati ya"
"Iya Dan.Aku nyaman dengan kita yang seperti ini.Mending kita jalani dulu aja ya?Nggak usah kurang,nggak usah lebih.Biar nggak ada yang ngrasain sakit antara aku dan kamu"
 "Iya Ras,aku paham kok"
Laras pergi meninggalkan Dani.Semenjak pertemuan itu,Laras dan Dani masih sering komunikasi,tapi bukan sebagai pacar.Tapi sebagai teman.

Sabtu, 15 November 2014

Save Indonesia from Corruption (Indonesia Untuk Semua)

Diposting oleh Kuliner Malang di 19.20 0 komentar
      Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai berbagai keanekaragaman.Mulai dari bahasa,suku,adat-istiadat,sumber daya alamnya dan masih banyak lagi.Saat ini Indonesia sudah merdeka sejak 69 tahun yang lalu.Meskipun secara pengakuan dunia dan secara tertulis Indonesia sudah merdeka,tetapi faktanya didalamnya Indonesia masih belum bisa dikatakan merdeka.Kenapa bisa dibilang seperti itu?Karna di Indonesianya sendiri para petinggi di negara ini  masih melakukan tindakan korupsi.
     Korupsi di Indonesia memang sudah menjamur.Bahkan Indonesia termasuk negara yang angka korupsinya tertinggi didunia.Berbagai  urusan politik di Indonesia,hampir semua berhubungan dengan korupsi.
     Faktor penyebabnya korupsi yaitu :
  • Peninggalan pemerintahan kolonial
  • Kemiskinan dan ketidaksamaan
  • Gaji yang rendah
  • Presepsi yang populer
  • Pengaturan yang bertele-tele
  • Pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya
  • Lemahnya moral, mental, dan agama seseorang
  • Bertambahnya jumlah pegawai negeri dengan cepat

     Dari tahun ke tahun tingkat korupsi di Indonesia bisa dikatakan naik turun.Berdasarkan penelitian Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW),tahun 2010 Indonesia mencapai kerugian Rp 2,1trilyun.Tahun 2011,Indonesia mencapai kerugian lebih dari Rp 10trilyun akibat adanya kasus bank century.Tahun 2012, di Indonesia mencapai kerugian Rp 113,8 Milyar.Tahun 2013,Indonesia mencapai kerugian Rp 7,4 trilyun.
Ciri-ciri korupsi :
  • Melibatkan satu orang atau lebih
  • Bersifat rahasia dan tidak ada orang yang mengetahuinya, karena jika diketahui oleh orang lain akan terkena sanksi
  • Korupsi didasari atas kepentingan pribadi untuk berfoya-foya

     Retorika anti korupsi di Indonesia tidak cukup untuk menghapus korupsi di Indonesia.Sudah berbagai cara dan berbagai Undang-Undang yang telah di tetapkan pemerintah pun masih belum bisa menghapus korupsi.Undang-undang yang di buat oleh pemerintahpun akan terasa percuma jika tidak dibarengi dengan kesungguhan dari warganya.Politik hukumpun tidak cukup,apabila tidak di recovery oleh para eksekutor atau pelaku hukum.
     Dimensi politik hukum “kebijakan pemberlakuan” atau  “enactment policy”,merupakan kebijakan pemberlakuan yang sangat dominan di negara berkembang.Dan konsep  perundang-undangan dimensi yang seperti ini dominan terjadi di Indonesia,yang dimana dimensi ini sangat membuka kesempatan untuk para pelaku korupsi melalui kelemahan perundang-undangan. Lihat saja Undang-undang bidang ekonomi hasil analisis Hikmahanto Juwana, seperti Undang-undang Perseroan Terbatas, Undang-undang Pasar Modal, Undang-undang Hak Tanggungan, UU Dokumen Perusahaan, UU Kepailitan, UU Perbankan, UU Persaingan Usaha, UU Perlindungan Konsumen, UU Jasa Konstruksi, UU Bank Indonesia, UU Lalu Lintas Devisa, UU Arbitrase, UU Telekomunikasi, UU Fidusia, UU Rahasia Dagang, UU Desain Industri dan banyak UU bidang ekonomi lainnya.Hampir semua peraturan ini perundang-undangan ini merupakan perundang-undangan yang memiliki  dimensi “kebijakan pemberlakuan” dan memberikan ruang yang luas untuk melakukan korupsi.
     Namun masih ada cara lain untuk mencegah korupsi sejak dini,caranya sebagai berikut :
1. Pencegahan korupsi di lingkungan keluarga
  • Orang tua dalam keluarga berkewajiban untuk mencegah dirinya dari tindakan korupsi. Komitmen menjauhkan diri dari tindakan itu harus dikembangkan pula kepada anggota keluarga yang lain dengan menanamkan sebuah komitmen bahwa korupsi adalah penyakit kehidupan.
  • Pendidikan dan pembiasaan keluarga sejak kecil dengan memperkenalkan sifat jujur dalam segala hal, seperti membeli sesuatu.
  • Memberikan pengenalan dan pemahaman kepada seluruh anggota keluarga tentang korupsi.
2.Pencegahan korupsi di lingkungan masyarakat
  • Sosialisasi, kampanye, dan seminar kepada masyarakat tentang apa itu korupsi dan pencegahannya.
  • Mengajak masyarakat untuk bertindak anti korupsi
  • Melakukan ibadah, karena ibadah dapat melatih moral guna pencegahan korupsi
3.Pencegahan korupsi di lingkungan sekolah
  • Memperdalam pendidikan moral,mental dan agama di sekolah. Karena salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah lemahnya moral dan mental seseorang.
  • Pengenalan dan apresiasi pada figur yang sukses. Bahwa sukses dapat diraih dengan ilmu,kerja keras dan integritas. Kebalikan dengan koruptor yang menghancurkan integritas.
  • Melatih kejujuran siswa, dengan membuat kantin yang bernama “Kantin Kejujuran”, yang berfungsi untuk melatih kejujuran para siswa. Di kantin kejujuran siswa dapat memilih makanan yang disukai, lalu membayar sesuai jumlah makanan yang diambil dan mengambil kembalian sendiri.
  • Memberikan materi pendidikan anti korupsi bagi siswa. Yang berfungsi agar siswa mengetahui dampak yang paling besar dari korupsi, ciri-ciri korupsi dan sebab-sebabnya.
  • Membuat program pemantauan sekolah-sekolah dan penyuluhan kepada murid-murid sekolah.

     Pencegahan korupsi harus ditanamkan sejak dini.Agar generasi selanjutnya tidak menjadi generasi koruptor dan bisa memajukan Indonesia di mata dunia.

 

Desi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review