Saat itu pagi-pagi sebelum kelas aku diajak berbicara dengan salah temen ku namanya Icha.Dia cantik, baik, dia anak Sunda.Mungkin kalau awal orang melihat dia pasti orang akan berfikir kalau dia adalah orang terjutek, tapi jika saja mereka mau mendekati dia leih dalam lagi dia perempuan segalanya.
Awalnya yang kita obrolin biasa, masalah kuliah pastinya sampai akhirnya dia bertanya
"Desi, kamu kok bisa sampai sini?" katanya . Dan aku belum paham maksud pertanyaan dia tadi itu apa?
"Maksudnya Ca?'kataku berbalik tanya
"Iya, kamu kok bisa memakai pakaian dan kerudung seperti ini? Udah berapa lama emangnya?" jelasnya
"Aku udah dua tahun Ca pakai kerudung, tapi kalau sampai kayak gini baru setahun aku merubah dirinya" kataku dengan senyum lebar
"Bisanya? Gimana caranya?" tanyanya lagi
"Emmm, gimana ya? Awalnya sih gara-gara aku sering kumpul sama temen sekolahku yang memakai kerudung panjang.Gak tau kenapa rasanya aku juga pingin kayak gitu.Tuntutan hati kalik ya?" akupun menjelaskannya
"Aku pingin kayak gini, tapi aku belum siap.Soalnya aku masih biasa dengan keseharianku yang sekarang.Mamaku sih udah nyuruh, cuma aku jawab "iya mah"" katanya
"Sebenernya masalah kerudung itu masalah kemantapan hati.Bukan karena suruhan atau paksaan dari orang lain.Bersyukurlah ketika Mama mu membuka kan pintu lebar buat kamu hijrah, beda sama aku"
"Emang kamu gimana Des? Susah ya? Ribet ya?"
"Susah sih enggak Ca, tapi memang ada salah satu keluargaku yang masih melarangku memakai kerudung, tapi aku tidak dengerin, aku lebih nurutin hati.Meskipun sebenernya semua itu gak sinkron"
"Oh iya? Tapi aku masih malu mau pakek.Aku pingin pakek, tapi ada beberapa temenku yang bilang gak pantes" tanya Icha
"Ya itu sih tergantung orang nya emang gimana tanggapannya pas temennya ngomong kek gitu.Aku dulu juga sama kamu, malah lebih parah dari kamu.Tapi aku masih mencoba"
"Ribet gak sih?"
"In Shaa Allah, asal kamu niat itu gak bakal kerasa ribet.Yang ada kamu bakal lebih adem meskipun kerudung yang kamu pakai berlapis-lapis"
Dan saat itu dia berfikir, semenjak itu pula aku nyaman buat ngobrol sama dia.Bagiku, setiap orang mempunyai cerita masing-masing tentang hijrahnya mereka.Mungkin saat ini orang akan berfikir "Nanti" namun dengan kekuasaan-Nya secepat mungkin dia akan memulai "Lillahhi Ta'ala" ~
Blogroll
Labels
- Agama (1)
- ATTITUDE (2)
- Basis Data (4)
- cerita (4)
- cerpen (9)
- Hijrah (2)
- IPS (1)
- Java (5)
- Kewirausahaan (1)
- Mini Novel (1)
- PHP (7)
- PKN (1)
- Puisi (1)
- Sekilas Cerita (1)
- Sekilas Cerita :D (8)
About
Senin, 17 April 2017
Selasa, 04 April 2017
Apa Kabarmu (Hati) ?
Assalammualaikum hati,
Apa kabarmu hari ini ? Masih kuatkah imanmu hari ini?
Masih baik-baik saja kah kamu hari ini?
Apakah masih perang batin untuk melawan rindu?
Hati,
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu rindukan?
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu dekati?
Dan masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu harapkan?
Iya, Rabb-mu lah yang harus kamu rindukan
Rabb-mu lah yang harus kamu dekati
Dan Rabb-mu lah yang harus kamu harapkan
Hati,
Bukan maksud raga ini untuk memaksamu berhenti melawan rindu
Berhenti melangkah mendekatinya
Berhenti terus mengharapkan dia
Hati,
Bukankah Dia (Rabb-mu) lebih baik dari dia?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang tak akan mengecewakan mu?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang selalu mendekatimu?
Hati,
Cukuplah kamu mengharapkan Dia (Rabb-mu)
Cukuplah kamu mendekati Dia (Rabb-mu)
Dan cukuplah kamu merindukan Dia (Rabb-mu)
Karena Dia (Rabb-mu) adalah Maha yang membolak-balikkan hati
Karena Dia (Rabb-mu) adalah tempat dari segala tempat
Hati,
Semoga kamu terjaga sampai akhirnya Dia (Rabb-mu) mendekatkan dia untukmu
Dia yang entah siapa itu?
Dia yang entah bagaimana rupanya itu?
Hati, bersabarlah
Karena bahagiamu saat ini sedang ditata oleh Dia (Rabb-mu)
Apa kabarmu hari ini ? Masih kuatkah imanmu hari ini?
Masih baik-baik saja kah kamu hari ini?
Apakah masih perang batin untuk melawan rindu?
Hati,
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu rindukan?
Masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu dekati?
Dan masih ingatkah kamu siapa yang harus kamu harapkan?
Iya, Rabb-mu lah yang harus kamu rindukan
Rabb-mu lah yang harus kamu dekati
Dan Rabb-mu lah yang harus kamu harapkan
Hati,
Bukan maksud raga ini untuk memaksamu berhenti melawan rindu
Berhenti melangkah mendekatinya
Berhenti terus mengharapkan dia
Hati,
Bukankah Dia (Rabb-mu) lebih baik dari dia?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang tak akan mengecewakan mu?
Bukankah Dia (Rabb-mu) yang selalu mendekatimu?
Hati,
Cukuplah kamu mengharapkan Dia (Rabb-mu)
Cukuplah kamu mendekati Dia (Rabb-mu)
Dan cukuplah kamu merindukan Dia (Rabb-mu)
Karena Dia (Rabb-mu) adalah Maha yang membolak-balikkan hati
Karena Dia (Rabb-mu) adalah tempat dari segala tempat
Hati,
Semoga kamu terjaga sampai akhirnya Dia (Rabb-mu) mendekatkan dia untukmu
Dia yang entah siapa itu?
Dia yang entah bagaimana rupanya itu?
Hati, bersabarlah
Karena bahagiamu saat ini sedang ditata oleh Dia (Rabb-mu)
Categories
Puisi
Minggu, 16 Oktober 2016
Your Screet Admirer
Meski kau takkan pernah tau
Ketulusan hatiku ini
Biar ku simpan dalam mimpi
Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu.Aku melihatmu tapi kamu sibuk dengan duniamu.Aku juga lupa bagaimana bisa aku mengagumimu?Bagiku mengagumimu terkadang gak butuh alasan yang jelas.Saat itu,kamu berjalan didepanku dengan tampang yang biasa tak ada yang istimewa.Dalam hatiku "cakep ya?" iya,cakep emang,mungkin itu awal aku mengagumimu.Lalu saat itu waktu berpihak denganku untuk bisa menyapamu meskipun itu hanya sekedar "mas" lalu kamu memberiku senyuman yang terlihat tulus dan akupun semakin mengagumimu.
Berjalannya waktu,kamu menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang.Banyak perempuan dan seketika nyaliku turun.Jangankan menegurmu dan menyapamu "mas" untuk melihat ke arahmu saja aku harus mencuri-curi agar aku bisa lebih lama melihatmu.Teman-temanku yang saat itu gemes dengan tingkahku,mereka memaksaku untuk menegurmu dan memulai dulu,tapi sekali lagi aku gak berani.
Dalam hati ingin sekali menyapamu dan berfoto denganmu,tapi apa daya semua itu hanya ekspektasi yang sulit untuk dijadikan nyata.Dan beruntungnya aku yang sampai saat ini masih menikmati peranku sebagai pengagum rahasiamu entah sampai kapan dan akan berhenti dimana?
Apalah arti seorang pengagum rahasia yang hanya bisa melihat dari jauh dan mendoakan dalam diam. sekali ketemu bisa bahagia,sekali ngobrol bisa seneng nya gak karuan ...
Ketulusan hatiku ini
Biar ku simpan dalam mimpi
Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu.Aku melihatmu tapi kamu sibuk dengan duniamu.Aku juga lupa bagaimana bisa aku mengagumimu?Bagiku mengagumimu terkadang gak butuh alasan yang jelas.Saat itu,kamu berjalan didepanku dengan tampang yang biasa tak ada yang istimewa.Dalam hatiku "cakep ya?" iya,cakep emang,mungkin itu awal aku mengagumimu.Lalu saat itu waktu berpihak denganku untuk bisa menyapamu meskipun itu hanya sekedar "mas" lalu kamu memberiku senyuman yang terlihat tulus dan akupun semakin mengagumimu.
Berjalannya waktu,kamu menjadi orang yang sangat dikenal banyak orang.Banyak perempuan dan seketika nyaliku turun.Jangankan menegurmu dan menyapamu "mas" untuk melihat ke arahmu saja aku harus mencuri-curi agar aku bisa lebih lama melihatmu.Teman-temanku yang saat itu gemes dengan tingkahku,mereka memaksaku untuk menegurmu dan memulai dulu,tapi sekali lagi aku gak berani.
Dalam hati ingin sekali menyapamu dan berfoto denganmu,tapi apa daya semua itu hanya ekspektasi yang sulit untuk dijadikan nyata.Dan beruntungnya aku yang sampai saat ini masih menikmati peranku sebagai pengagum rahasiamu entah sampai kapan dan akan berhenti dimana?
Apalah arti seorang pengagum rahasia yang hanya bisa melihat dari jauh dan mendoakan dalam diam. sekali ketemu bisa bahagia,sekali ngobrol bisa seneng nya gak karuan ...
Categories
cerita
Selasa, 17 Mei 2016
Hijrah-ku
Dulu aku memang enggan untuk melangkah mendekati-Mu.Membicarakan-Mu pun aku menolak.Tapi dengan kebesaran-Mu,Engkau merangkulku untuk mendekati-Mu
Untuk mu teman-temanku,
Masih teringat jelas saat itu,saat kita sudah mulai untuk menata masa depan setelah lulus SMK.Semua masih berjalan normal,kita main,kita kumpul,kita sharing.Sempat ada yang tanya dari kalian "Mak,kamu habis ini mau lanjut kemana? Kuliah apa kerja?" Aku diam dan mikir,lalu aku menjawab "Belum tau" karna saat itu aku memang masih belum tau akan masa depan ku.Aku sering merasakan ke gagalan berkali-kali.Jatuh pu berkali-kali.
Berapa hari kemudian...
Tanpa ada angin,tanpa ada hujan aku memberi kabar yang bisa dibilang menyakiti hati mereka "Aku keterima kuliah di Bandung" suasana menjadi hening.Temen-temenku yang tadinya ketawa langsung diam ketika mendengar kabar itu.Ada yang bilang "Mak,kamu kok tega ya? Gak ada kabar mau lanjut kemana? Setiap di tanyain pasti jawabannya belum tau.Tiba-tiba pas kumpul kamu bilang "Aku keterima kuliah di Bandung" terus kita harus ngomong apa?".Dan saat itu pun aku juga melihat ke arah seorang laki-laki yang pernah menjadi apapun buat aku,menjadi orang yang paling aku sayang.Saat itu laki-laki itu berkata "Aku pulang,kamu pergi.Aku minta ketemu sampai sekarang kita belum ketemu.Sekali ketemu kamu bilang seperti itu,sakit hati ku Yank".Aku diam,aku hanya diam dan diam."Mendingan kita putus aja" lanjutnya.Dan mendengar pernyataan itu aku semakin terdiam dan menunduk.
Aku berangkat.Semuanya masih berjalan biasa.Satu tahun kemudian aku pulang.Aku kumpul lagi dengan mereka.Saat itu diantara mereka ada yang bingung lihat perubahanku.Lalu mereka bertanya "Mak,kamu kenapa?" lalu aku pun berbalik tanya "Emang aku kenapa?" dan mereka masih bingung.Mungkin diantara kalian masih ada yang belum bisa menerima keadaan ku. Aku memilih merantau keluar kota,tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu dengan kalian.Tiba tiba saja aku pamit setelah semua proses selesai.Lalu aku pulang menemui kalian dengan keadaan yang seperti ini.Datang dengan baju yg ribet,serba panjang,seperti emak emak,tak lagi modis,bahkan aku cenderung diam tak serame dulu.
Untuk mu teman-temanku,
Masih teringat jelas saat itu,saat kita sudah mulai untuk menata masa depan setelah lulus SMK.Semua masih berjalan normal,kita main,kita kumpul,kita sharing.Sempat ada yang tanya dari kalian "Mak,kamu habis ini mau lanjut kemana? Kuliah apa kerja?" Aku diam dan mikir,lalu aku menjawab "Belum tau" karna saat itu aku memang masih belum tau akan masa depan ku.Aku sering merasakan ke gagalan berkali-kali.Jatuh pu berkali-kali.
Berapa hari kemudian...
Tanpa ada angin,tanpa ada hujan aku memberi kabar yang bisa dibilang menyakiti hati mereka "Aku keterima kuliah di Bandung" suasana menjadi hening.Temen-temenku yang tadinya ketawa langsung diam ketika mendengar kabar itu.Ada yang bilang "Mak,kamu kok tega ya? Gak ada kabar mau lanjut kemana? Setiap di tanyain pasti jawabannya belum tau.Tiba-tiba pas kumpul kamu bilang "Aku keterima kuliah di Bandung" terus kita harus ngomong apa?".Dan saat itu pun aku juga melihat ke arah seorang laki-laki yang pernah menjadi apapun buat aku,menjadi orang yang paling aku sayang.Saat itu laki-laki itu berkata "Aku pulang,kamu pergi.Aku minta ketemu sampai sekarang kita belum ketemu.Sekali ketemu kamu bilang seperti itu,sakit hati ku Yank".Aku diam,aku hanya diam dan diam."Mendingan kita putus aja" lanjutnya.Dan mendengar pernyataan itu aku semakin terdiam dan menunduk.
Aku berangkat.Semuanya masih berjalan biasa.Satu tahun kemudian aku pulang.Aku kumpul lagi dengan mereka.Saat itu diantara mereka ada yang bingung lihat perubahanku.Lalu mereka bertanya "Mak,kamu kenapa?" lalu aku pun berbalik tanya "Emang aku kenapa?" dan mereka masih bingung.Mungkin diantara kalian masih ada yang belum bisa menerima keadaan ku. Aku memilih merantau keluar kota,tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu dengan kalian.Tiba tiba saja aku pamit setelah semua proses selesai.Lalu aku pulang menemui kalian dengan keadaan yang seperti ini.Datang dengan baju yg ribet,serba panjang,seperti emak emak,tak lagi modis,bahkan aku cenderung diam tak serame dulu.
Saat kita kumpul,ada beberapa temanku yang bertanya "apa kamu gak risih di katain emak emak? Apa kamu gak risih memakai baju yang sebesar itu? Apa kamu gak risih memakai jilbab yang selebar itu?" Dan aku menjawab "jika mereka menganggap ku seperti emak emak,tidak apa.bagi ku itu adalah godaan.risih? Awal nya memang iya.tapi seiring berjalannya waktu,semua berlalu begitu saja" mereka pun cuma bisa terdiam dan memandang ku heran.Bahkan ada saat itu salah satu temen ku bertanya "Mbak,kamu gak ikut aliran sesat kan?" aku hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Sebenarnya tak ada yg terjadi apa apa dengan ku.Tak ada yang merubah ku menjadi orang lain,menjadi orang yang tak kalian kenal seperti dulu.Jangan lihat lebar nya kain yang menutupi kepalaku.Jangan lihat pakaian yang memanjang yang sedang aku pakai.Jangan lihat sikap ku yang tiba tiba pendiam.Karna sesungguhnya apa yang aku jalani tak semudah dengan apa yang kalian lihat.Sebenarnya aku pun masih sama seperti kalian.Masih merangkak untuk menuju Rahmat-Nya .
Saat itu aku menyadari,aku tidak akan bisa seperti ini tanpa ada campur tangan Allah SWT.Maaf jika hijrahku mengganggu kalian.Suatu saat kalian pasti akan mengerti apa yang aku jalani saat ini.
Senin, 16 Mei 2016
Malang-Bandung
Menjadi anak rantau itu pilihan.Dari dulu aku memang punya keinginan untuk merantau keluar kota.Dan akhirnya tersampai juga.Ini bukan pertama kalinya aku merantau dan Bandung bukan kota pertama yang menjadi tempat rantauan ku.Ini kedua kalinya aku merantau.
Sering aku ditanya kenapa kok aku tidak kuliah di Malang? Di salah satu Universitas favourite yang ada di Malang? Aku hanya menggeleng kepala karena memang aku tidak ada keinginan untuk kuliah di Malang.Pertanyaan kedua adalah jadi anak rantau itu enak gak sih? Jadi anak rantau itu susah susah gampang.Bebas,iya memang bebas.Kita bebas mau pergi sama siapa? kemana? berangkat jam berapa? pulang jam berapa?.Tapi ada tanggung jawab yang saat itu emang sedang di tanggung oleh anak rantau.Nilai kuliah? Keberhasilan? Wisuda? Masih banyak hal lagi yang harus di pikirkan oleh anak rantau.Kalau pulang malem,main,dan sebagainya itu hanya hiburan anak rantau untuk mengisi kekosongan waktu dan menghilangkan jenuh karena segala penat selama di tempat rantau.
Merantaulah, maka kamu akan tau rasanya menahan rindu. Kamu akan tau sedih nya perpisahan.Merantaulah,maka kamu akan tau apa yang harus kamu perjuangkan sampai kamu menemukan titik sukses.Merantaulah,maka yang kamu rasakan hanyalah ingin pulang. Kamu akan tau mahalnya untuk bisa bertemu dengan keluarga dan temanmu.
Merantaulah,agar kamu merasakan pulang ke rumah adalah rezeki.
Kamis, 05 November 2015
Kamu
Ku harap kau tau bahwa
ku terinspirasi hatimu
ku tak harus memiliki
mu
tapi boleh kah ku
selalu didekatmu - Raisa
Aku hanya berani menyebutnya “Kamu”.Kamu seseorang yang
masih aku kagumi dari awal aku kuliah.Kamu orang yang aku kagumi sampai akhirnya
menjadi inspirasi di setiap tulisan ku.Kamu seseorang yang terlihat begitu
hebat dimataku,dimata wanita lain.
Aku mengagumi mu bukan karena kamu tampan.Bukan karena kamu
orang yang terkenal.Tapi aku mengagumi mu karena kamu memiliki pemikiran yang
beda dari yang lain.
Kamu seseorang yang hanya berani aku sebut dalam doa.Kamu
seseorang yang hanya berani aku sapa lewat tulisan.Hmmm,segitu kecilkah
nyaliku? Terkadang bibir ini iri dengan mata,karena aku hanya bisa melihat tapi
tak ada nyali untuk menyapa.Meskipun itu hanya sekedar say “hai”.Aku sudah
mencoba,bahkan berulang kali aku mencoba.Tapi entah mengapa menyapamu begitu
berat.Aku hanya bisa mencuri-curi pandang ketika seisi ruang gelap,ketika jarak
aku dan kamu jauh,ketika kamu sibuk memandang yang lain.Aku hanya berani
bercerita tentang mu kepada Rabb-ku.
Aku pernah mengagumi seseorang,tapi tak seindah ini.Sungguh
tak seindah ini.Kalau dulu aku berani menyapa mereka ,tapi kali ini? Kepadamu
aku tak berani menyapa.Aku lebih memilih untuk diam.Diam memandang mu.Diam
mendoakan mu.Diam ketika aku mengagumi mu.Terkadang aku pun iri dengan mereka
yang bisa dekat denganmu.Dengan mereka yang berani mencoba untuk mengenal mu
secara lebih.Sedangkan aku? Sungguh aku tak berani sedikit pun untuk menyapa
dan mendekatimu.Entah kenapa? Mungkin karena aku takut semuanya rusak ketika
kamu tau.Mungkin karena aku takut kamu lah penyebab di setiap kecewa ku.Mungkin
karena aku takut takut kehilanganmu.Entahlah ~
Kamu,seseorang yang hanya berani ku sebut dalam doa dan tulisanku.Baik-baik
lah kamu disana.Aku sudah memasrahkan semuanya kepada Rabb-ku.Aku lebih memilih
Rabb-ku yang mendekatkan aku dan kamu dari pada aku sendiri yang
mendekatimu.Kamu seseorang yang hanya berani kusebut dalam doa dan
tulisanku.Jika memang aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk dekat,aku hanya bisa
berharap kelak wanita yang mendampingimu dalah wanita yang mau menerima
kekurangan dan kelebihanmu.Ada saat kamu dalam keadaan susah maupun
bahagia.Kamu yang hanya berani kusebut dalam doa dan tulisanku.Semoga Allah
selalu memberikan yang terbaik untuk muJ
-Wanita Yang Mengagumi mu Dalam Diam-
Senin, 14 September 2015
Untukmu Masa Laluku
Hai Masa Laluku
Tenang saja,aku tak akan lagi mengganggu kesibukanmu seperti dulu.Tak akan lagi menanyakan "apakah kamu sudah makan apa belum?" "Bagaimana dengan sekolah mu hari ini?" "Hal apa saja yang sudah kamu lakukan hari ini" "Bolehkah aku meminta waktumu sebentar? Untuk sekedar mendengarkan ceritaku yang pasti menurutmu itu gak penting"
Sekarang pun kita sudah memiliki jalan masing-masing.Kamu dengan dunia mu yang baru bersama dengan dia.Orang baru yang menggantikan aku.Aku lihat kamu sudah bahagia ketika dengan bersamanya.Dan saat itulah aku berfikir melepaskan mu secara perlahan itu adalah pilihan yang tepat.
Hai Masa Laluku
Sungguh,melepasmu itu bukan hal yang mudah.Butuh proses yang sulit dan panjang untuk ku melepasmu.Bersama dengan wanita baru yang kelak akan menemanimu disaat suka maupun duku.Aku berharap dia lebih baik dari aku.Tak lagi merengek,lebih bisa mengerti keadaanmu,yang mau mendengarkanmu ceritamu ketika kamu mulai lelah dengan segala tugasmu.
Hai Masa Laluku
Terimakasih kamu sudah mengajariku tentang semua.Menjadi seorang wanita yang kuat.Tak mudah merengek dan cengeng ketika masalah terus menerus datang.Terimakasih kamu sudah pernah menjadi apapun untukku.Mulai dari kakak,teman curhat,ayah dan segala hal.
Hai Masa Laluku
Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu yang baru.Tanpa aku.
Tertanda
Masa Lalumu
Categories
cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)
